Densus 88 Tangkap Teroris di Ternate, FKUB Malut: Waspada Perekrutan di Kepulauan

Saha Buamona Klikfakta.id
Ketua FKUB Maluku Utara, Dr. Adnan Mahmud (Foto Saha Buamona/Klikfakta.id)

Klikfakta.id,TERNATE– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara minta masyarakat Malut agar tidak terprovokasi serta tingkatkan kewaspadaan penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

Hal itu disampaikan setelah adanya pelaku terorisme yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri wilayah Maluku Utara di berbagai Provinsi sebanyak 12 orang.

Densus 88 Malut menangkap seorang terduga pelaku berinisial MW (42) di Kota Ternate, diduga terlibat tindak pidana terorisme dalam penegakan hukum di enam provinsi.

Baca Juga :

Densus 88 Tangkap Teroris di Ternate, 12 Orang Diciduk Serentak

Ketua FKUB Maluku Utara, Dr. Adnan Mahmud, apresiasi dengan langkah Densus 88 di wilayah Malut dalam lakukan upaya penegakan hukum dan deteksi terhadap dugaan jaringan terorisme.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Densus 88 Maluku Utara atas kesigapan dan antisipasi bercokolnya teman-teman yang dianggap dari teroris,” ujar Adnan ketika diwawancarai usai hadiri upacara peringatan HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di Korem 152/Baabullah, Senin (5/10/2026).

Baca Juga :

Geger Teroris di Ternate, Danrem:  Intel Tetap Awasi Gerakan Radikal

Menurutnya, kondisi geografis Maluku Utara merupakan wilayah kepulauan yang jadi salah satu tantangan untuk lakukan upaya pengawasan.

Untuk itu, Ia ingatkan agar wilayah Ternate dan Maluku Utara pada umumnya tidak dapat dimanfaatkan sebagai tempat persembunyian maupun perekrutan anggota terorisme.

“Ini jadi kekhawatiran kita semua! Jangan sampai kita di Ternate juga dijadikan sebagai tempat pelarian atau semacam kaderisasi dari jaringan teroris Indonesia,” katanya.

Adnan juga mengajak masyarakat, khususnya keluarga, untuk tingkatkan pengawasan terhadap lingkungan masing-masing.

Kewaspadaan ini juga sangat diperlukan untuk masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan adanya kelompok yang ajarkan kekerasan atas nama agama.

“Karena kita di Maluku Utara ini wilayahnya wilayah kepulauan yang sulit terdeteksi. Kita harus waspada, khususnya di lingkungan keluarga, jangan sampai kita masuk dalam kelompok ini, karena yang bisa mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, FKUB Maluku Utara tegaskan terus lakukan sosialisasi mengenai bahaya dengan gerakan terorisme, kekerasan, radikalisme, maupun yang bertentangan dengan semangat kerukunan.

Sosialisasi tersebut juga sasar kalangan pelajar yang dinilai punya interaksi tinggi dengan media sosial dan dunia maya.

“Kami lakukan sosialisasi terkait dengan gerakan terorisme, gerakan kekerasan atau anti-kerukunan! Untuk itu, tak bosan-bosannya kami melakukan,” pungkasnya.

Lanjutnya, pada 30 September, FKUB Malut akan gelar kampanye kerukunan dan sosialisasi moderasi beragama yang libatkan siswa SMA, SMK, dan madrasah di Kota Ternate.

Kegiatan ini jadi salah satu langkah untuk bangun ketahanan generasi muda atas pemahaman terhadap radikalisme dan terorisme.

“Kami anggap ini kelompok atau Generasi Alfa adalah kelompok yang strategis! Mereka inilah selalu berselancar di dunia media sosial atau dunia maya,” sambungnya.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar didorong jadi penggerak kerukunan dan moderasi untuk umat beragama terhadap lingkungan masing-masing.

“Kami sudah deklarasikan ke mereka sebagai generasi yang cinta kerukunan! Mereka menjadi pelopor atau penggerak terhadap kerukunan dan moderasi beragama,” pungkas Adnan. (sah/red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *