Diduga Dikerjakan Orang Dekat Gubernur Malut, Proyek Jembatan di Halsel Ini Tak Kunjung Tuntas

Proyek pembangunan Jembatan Ake Busale yang berlokasi di Desa Cango, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan ruas Saketa-Dehepod yang tak kunjung tuntas( Foto : istimewa)

Klikfakta.id, HALSEL– Proyek pembangunan Jembatan Ake Busale yang berlokasi di Desa Cango, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan ruas Saketa-Dehepodo patut dipertanyakan.

Berdasarkan fakta di lapangan pelaksanaan pekerjaan tak kunjung tuntas.

Diketahui proyek tersebut dikerjakan oleh CV Wosso Mobon, perusahaan konstruksi yang beralamat di Jalan Hasan Rakib, RT003/RW 002, Soagimalaha, Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur.

Perusahaan tersebut diketahui, dipinjam oleh Faisal Anwar alias Opo yang dikenal sebagai orang dekat Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Opo adalah orang yang diduga selaku pemilik poyek.

Berdasarkan data yang diterima uang muka sebesar 30 persen atau senilai Rp993.557.100,00 telah dicairkan pada 10 Maret 2026. Sementara penandatanganan kontrak berlaku pada 25 Februari 2026.

Seorang warga setempat, kepada awak media mengaku, tidak mengetahui persis kenapa aktifitas konstruksi pekerjaan senilai Rp3,311 miliar itu berhenti. 

Meski begitu, sumber terpercaya itu meminta agar namanya tidak disebutkan, ia menduga, macetnya proyek karena ketidakmampuan rekanan.

“Sudah lama tidak dikerjakan. Kalau tidak salah, menjelang lebaran Idul Adha sampe skarang tak ada aktifitas di lokasi, pekerjanya pun sudah tidak muncul,” ujarnya berdasarkan rilis yang diterima Klikfakta.id, Senin (29/6/2026).

Ia mengatakan pekerjaan belum menunjukan progres ini sekitar 15 sampai 20 persen. Sebab di lokasi hanya pengecoran tiang sumuran dan persiapan abutmen sebagai konstruksi dasar.

“Di lokasi cuma itu saja, terpaksa pengendara ikut di jalan darurat karena jembatan lama juga sudah dibongkar, dan bukan hanya pengendara, yang ke kebun, mobil lintas sulit karena akses sementara terganggu,” katanya. 

Pengakuan serupa disampaikan warga Cango lainnya yang meminta agar namanya tidak dipublis.

Ia beserta warga mendesak kontraktor pelaksana proyek segera melanjutkan pekerjaan. 

Karena, terhentinya pekerjaan ini tidak hanya merugikan warga, tapi sudah mengganggu akses jalan. Aktifitas masyarakat juga ikut terganggu akibat pekerjaan proyek yang tidak selesai. 

“Kalau ini dibiarkan waktu lama, jembatannya berpotensi tidak selesai, maka sampai kapan dilanjutkan, kami tidak tahu,” tuturnya. 

Terpisah Faisal alias Opo yang dikonfirmasi melalui via telepon WhatsApp dan pesan singkat terkait proyek tersebut belum merespons hingga berita ini ditayang.(sah/red)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page