Klikfakta. id, KEPSUL – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Kamarudin Mahdi, secara resmi menutup turnamen sepak bola KU-12 KONI Sula cup tahun 2026, yang berlangsung di desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, pada Minggu (25/10/2026).Â
Ketua KONI Sula, Kamarudin Mahdi menyampaikan, selaku ketua KONI Kepulauan Sula, mewakili seluruh panitia mengucapkan selamat kepada adik-adik sekalian yang telah mengikuti pertandingan dengan baik.
“Alhamdulillah, jadi pagi yang mendapatkan juara, khususnya juara 1 saya ucapkan selamat yang tinggi-tingginya. Semoga dengan prestasi ini adik-adik dapat mempertahankan dan dapat meningkatkan kompetensinya, “ucapnya.
Karena itu, Dengan disiplin dan dedikasi yang tinggi, sehingga hari ini di sore tadi peluit panjang telah ditiup pertanda bahwa pertandingan sepak bola KU-12 KONI Sula cup tahun 2026 telah berakhir.
“Saya pahami dan saya saksikan sendiri bahwa diantara yang tidak lolos ada yang tadi menangis, saya lihat bukan karena mereka pengecut tapi saya tahu bahwa air mata adik-adik adalah bukti kekuatan yang lahir dari dalam jiwa. Kalian semua mampu dan punya potensi yang sangat besar, ” tuturnya.Â
“Air mata itu adalah kekuatan bahwa hari ini adik-adik belum berhasil. InsyaAllah kedepan pada kesempatan turnamen semacam ini akan tetap dilaksanakan oleh KONI Kepulauan Sula, sehingga kalian semua bisa mempunyai tempat atau wadah mengekspresikan kemampuan kalian di bidang olahraga, khususnya olahraga sepak bola, ” lanjutnya.Â
Selain itu, Kamarudin menegaskan bahwa, organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia adalah organisasi plat merah, organisasinya pemerintah bukan organisasi swasta.Â
“KONI ini bukan organisasi abal-abal, organisasi ini dibentuk dan dikuatkan dengan undang-undang nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan. Kemudian, KONI Kepulauan Sula melaksanakan kegiatan turnamen ini berdasarkan Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan pembangunan persepakbolaan Nasional. Terlebih khusus pada pertandingan anak usia dini, ” tegasnya.Â
Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan adalah semata-mata bagaimana memberi uang belajar dan bermain kepada anak-anak sekalian, sehingga anak-anak ini dari usia masa pertumbuhan dia dapat mengenal kegiatan-kegiatan yang positif.
“Saya berharap, kita rekrut generasi muda Sula ini sejak dini. Supaya bisa tertanam di dalam pikiran dan hati mereka, agar kedepannya mereka tidak mudah terkontaminasi dengan hal-hal yang negatif apalagi sampai pada tindakan-tindakan kriminal, ” tukasnya. (dir/red)Â




















