banner 468x60 banner 468x60

Polda Maluku Utara Pastikan Stok Bapok Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Menimbun

Dok, Humas Polda Malut

Klikfakta.id, TERNATE –– ​Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara melakukan langkah proaktif dalam rangka untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah Provinsi Maluku Utara.

Subdirektorat I Indag Ditreskrimsus Polda Maluku Utara telah melaksanakan koordinasi dengan pihak Bulog di Maluku Utara terkait dengan distribusi dan stok minyak goreng subsidi merek Minyakita, Selasa (5/5/2026).

​Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Maluku Kompol Said Aslam, menyatakan berdasarkan hasil koordinasi dilapangan, masyarakat diimbau tetap tenang karena ketersediaan Minyakita saat ini aman dan mencukupi kebutuhan di wilayah.

​”Kami telah melakukan pengecekan dan koordinasi dengan Kepala Bulog. Untuk kuota Minyakita di Maluku Utara sebesar 503 ton. Hingga saat ini, 110 ton telah terealisasi ke mitra Bulog dan masyarakat,” ujar Kompol Said.

​Lebih lanjut, Kompol Said menjelaskan bahwa sisa kuota sebanyak 393 ton saat ini sedang dalam proses pengiriman dari produsen di Surabaya.

Untuk bulan Mei ini, direncanakan akan masuk tambahan pasokan sebanyak 152 ton dari PT Mahesi Surabaya.

​”Proses pengiriman tambahan 152 ton tersebut diperkirakan akan dimulai pada pertengahan bulan Mei ini melalui dua kloter,” katanya.

Saat ini pun, stok yang tersedia di gudang Bulog masih ada sebanyak 24.916 liter dalam kemasan 2 liter. Jumlah ini cukup memenuhi kebutuhan transisi hingga pasokan baru tiba.

​Terkait isu pelambatan distribusi, Kasubdit Indag menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kendala teknis operasional di Pelabuhan Surabaya, yakni adanya kerusakan pada salah satu alat berat (crane) bongkar muat.

“Selain itu, adanya antrean pesanan dari pihak swasta juga sedikit memengaruhi kecepatan produksi di tingkat produsen,” ucapnya.

​Sebagai informasi, sesuai regulasi pemerintah, alokasi kuota untuk BUMN pangan adalah sebesar 35%, sementara untuk perusahaan swasta sebesar 65%.

​Ditreskrimsus Polda Maluku Utara menurutnya akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi di lapangan.

“Kami pastikan tidak ada hambatan distribusi di wilayah kita, untuk itu kami minta masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan atau panic buying,” tegas Kompol Said.(sah/red)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page