Klikfakta.id, HALSEL – Ditengah-tengah Panen Raya Padi Sawah di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda diminta pembangunan jalan dan jaringan telekomunikasi.
Permintaan itu disampaikan warga trans SP II hingga VI Desa Sumber Makmur, dan SP I A Dusun Bukit Raya serta SP I B Dusun Tunggul Wulung yang adminnya masuk dalam Desa Lalubi, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.
Menurut warga jalan dari SP I hingga VI itu telah lama tidak diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, padahal masyarakat setempat sudah lama menikmati jalan rusak tersebut.
“Sudah lama jalan kami ini tidak diperhatikan, jadi lebih baik kami langsung minta ke Ibu Gubernur saja, biar cepat,” teriak warga ketika Gubernur memberikan sambutan dalam panen Raya Padi Sawah di Desa Sumber Makmur, pada Rabu 10 September 2025.
Sementara salah satu warga di SP I Dusun Bukit Raya Desa Lalubi mengatakan banyak keluhan yang mau disampaikan, salah satunya status dusun, karena belum jelas, padahal sudah berkomunikasi dengan pemerintah sampai Bupati tapi hasilnya Nol.
“Kami butuh status dusun kita diperjelas, kemudian jalan masuk yang sudah hancur sekitar 2 kilo meter, termasuk sarana ibadah, Masjid dan Gereja itu kami perlu sekali,” ungkapnya.
Menanggapi permintaan itu Gubernur Malut Sherly Tjoanda mengatakan bahwa jalan masuk menuju Desa Sumber Makmur dari SP I hingga VI ini ruasnya Kabupaten Halmahera Selatan.
Untuk itu dirinya mengaku akan berkomunikasi dengan Bupati Halmahera Selatan Hassan Ali Bassam Kasuba agar secepatnya diperbaiki yang rusaknya, karena kalau seluruhnya butuh biayaya besar.
“Jalan itu ruas Kabupaten, tapi saya akan berkomunikasi dengan Bupati minimal yang lubangnya cepat diperbaiki, karena untuk aspal sangat panjang, sekitar 10 kilo meter, butuh biayaya sekitar Rp. 45 miliar,” ucapnya.
Kemudian SP I A dan SP I B itu Sherly menegaskan akan diberikan juga kebutuhan yang dibutuhkan, atau masukin aja ke Desa Sumber Makmur? Namun karena itu wilayahnya Kabupaten.
“Tapi kalau bantuan, pak kadis pertanian harus berikan juga ya, kecuali jaringan telekomunikasi, karena itu harus komitmen,” kata Sherly.
Terkait dengan jaringan telekomunikasi di SP II hingga VI, kata Sherly pihaknya akan memberikan starling komersil dengan jangkauan luas, akan tetapi biaya tiap bulan Rp. 1,5 juta itu warga yang harus membayar.
“Jadi bagimana siap bayar yuran tiap bulan atau tidak, jika memang ini permintaan masyarakat, biar kepala yang mengambil keputusan untuk membayar, mau ka tidak pak kepala desa,” tanya Sherly.
Pertanyaan Sherly itu ditanggapi oleh Kepala bahwa pihaknya mengaku untuk SP II sampai VI akan dianggarkan melalui dana desa, karena ini kemauan masyarakat.
“Jadi SP II sampai VI itu semua lima SP, jadi nanti kita anggarkan setiap tahun Rp. 50 juta untuk kepentingan masyarakat,” jawab Kades. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Saha Buamona














