Klikfakta.id,HALUT– Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi 123 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo untuk mendapatkan pengurangan masa pidana melalui Remisi Umum.
Penyerahan remisi berlangsung di Lapas Kelas IIB Tobelo, Desa Gorua, Kecamatan Tobelo Utara, Senin (17/8/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi Ahmad bersama unsur Forkopimda, jajaran Lapas, serta warga binaan. Lo
Kepala Lapas Kelas IIB Tobelo Donni Isa Hermawan mengatakan, pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan dan menunjukkan perilaku baik selama menjalani proses pembinaan.
Dari 123 penerima remisi, sebanyak 18 orang memperoleh remisi satu bulan, 23 orang dua bulan, 37 orang tiga bulan, 26 orang empat bulan, 14 orang lima bulan dan lima orang enam bulan.
Saat ini, Lapas Kelas IIB Tobelo dihuni 205 warga binaan dari kapasitas 250 orang.
Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi Ahmad menegaskan, remisi tidak semata-mata dimaknai sebagai pengurangan masa pidana, tetapi menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke tengah keluarga maupun masyarakat.
“Kepada yang menerima remisi, jadikan ini sebagai momentum untuk semakin memperbaiki diri. Kepada yang belum memperoleh remisi, jangan berkecil hati dan tetap ikuti proses pembinaan dengan baik,” ujar Kasman.
Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk terus meningkatkan kedisiplinan, keterampilan dan kesadaran hukum selama menjalani masa pembinaan.
Menurut Kasman, keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya diukur dari berkurangnya masa hukuman, tetapi juga dari keberhasilan proses pembinaan dalam membentuk warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan sikap, keterampilan dan kehidupan yang lebih baik.
Pemberian Remisi Umum dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen negara dalam memenuhi hak warga binaan serta memperkuat sistem pemasyarakatan yang humanis, berkeadilan dan berorientasi pada perubahan.


















