Klikfakta.id, TERNATE – Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono mendorong Polisi Wanita (Polwan) di Polda Maluku Utara menjadi contoh yang baik dalam menjalankan tugas dilapangan.
Kapolda menekankan pentingnya peran strategis Polwan dalam memperkuat pelayanan publik.
Karena Polwan memiliki keunggulan komunikasi, empati, dan pendekatan humanis yang sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian.
“Polwan memiliki peran penting dalam berbagai fungsi pelayanan, seperti SPKT, penerbitan SKCK, hingga pembinaan masyarakat,” ujar Kapolda, Sabtu (13/12/2025).

Keberadaan Polwan lebih efektif dalam penanganan kasus perempuan dan anak, khususnya melalui Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA).
“Polwan harus hadir semua fungsi operasional. Tidak hanya pada layanan administratif, tetapi juga pada tugas-tugas inti kepolisian,” tegasnya.
Selain peran strategis, Kapolda menguraikan empat etika utama yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap Polwan, yakni etika kepribadian, kemasyarakatan, kenegaraan, dan kelembagaan.
Untuk itu Jenderal bintang dua itu menekankan pentingnya integritas, sikap ramah, kedisiplinan, serta etika dalam bermedia sosial.
Dalam konteks etika kenegaraan, Kapolda juga mengingatkan agar Polwan tetap bersikap netral dalam politik serta memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Sementara etika kelembagaan juga mendapat perhatian khusus. Kapolda menegaskan bahwa pentingnya menjaga nama baik institusi Polri, mematuhi prosedur dan membangun hubungan harmonis di internal organisasi.
“Hormati senior, bina junior, dan hindari konflik yang tidak perlu,” pesannya.
Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan sejumlah larangan sebagaimana diatur dalam Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022, mulai dari tindakan anti-Pancasila, penyalahgunaan wewenang, hingga keterlibatan narkoba, perjudian maupun gratifikasi, dan perselingkuhan.
Ia menegaskan agar seluruh Polwan menjauhi berbagai bentuk pelanggaran berat yang dapat berujung pada pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), seperti penyimpangan seksual, jual beli senjata ilegal, maupun praktik pungutan liar dalam rekrutmen.
Irjen Waris menekankan prinsip kepemimpinan harus dipegang Polwan, khususnya bagi yang menduduki jabatan, yakni humanis, legitimasi, kepercayaan, dan penghormatan.
“Kunci utamanya adalah kesadaran diri dan disiplin,” ujarnya.
Kapolda menutup dengan mengingatkan agar setiap Polwan senantiasa menjaga kehormatan pribadi dan keluarga, pergaulan, menjauhi fitnah, serta dapat menampilkan akhlak yang baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari. (sah/red)













