Klikfakta.id, HALTENG–Sebuah kapal pengangkut bijih nikel dilaporkan terbalik di depan area Jetty milik PT. Indonesia Weda Bay Industri Park (IWIP) Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 23,29 WIT.
Belum diketahui secara pasti identitas kapal yang terbalik itu, maupun asal bijih nikel.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat yang enggan namanya dipublis menyebut, kapal yang mengangkut muatan ore nikel itu tiba-tiba kehilangan keseimbangan hingga akhirnya lambung kapal terbalik ke arah dasar laut bersama material yang dibawanya.
Peristiwa ini terjadi pada saat kondisi perairan relatif tenang dan tidak disertai cuaca yang buruk.
“Air laut kelihatan biasa saja, karena tidak ada angin yang kencang maupun gelombang tinggi. Tiba-tiba kapal sudah dalam posisi miring lalu terbalik,” ujar sumber berdasarkan rilis yang diterima Klikfakta.id, Selasa (17/3/2026).
Belum ada keterangan resmi dari pihak otoritas pelabuhan dan manajemen perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut.
Sekadar informasi, wilayah maluku utara memiliki daerah penghasil nikel utama, di antaranya Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan kawasan tambang di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.
Sebagian produksi dari wilayah-wilayah tersebut dipasok ke kawasan industri pengolahan nikel di Kabupaten Halmahera Tengah.
Insiden terbalik tersebut memunculkan adanya kekhawatiran potensi dampak lingkungan di sekitar area dermaga. Muatan bijih nikel dalam jumlah besar berpotensi akan menimbulkan sedimentasi didasar laut apabila materialnya tersebar di perairan sekitar.
Selain itu, kebocoran bahan bakar dari kapal juga berpotensi memengaruhi kualitas air laut di kawasan pesisir apabila tidak segera ditangani.
Sementara itu hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai adanya kemungkinan korban jiwa maupun langkah penanganan darurat yang dilakukan dilokasi kejadian.
Awak media masih terus lakukan penelusuran untuk memastikan identitas kapal, asal muatan, serta kronologi pasti insiden tersebut, sambil menunggu keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan yang telah dilakukan di lokasi kejadian. (sah/red)













