banner 468x60 banner 468x60

Gempa 7,6 SR Guncang Maluku Utara Berpotensi Tsunami

BPBD : Halut Tidak Terdampak

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Halmahera Utara Hentje Hetaria Dok.BPBD Halut

Klikfakta.id, HALUT – Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) pagi di perairan antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara turut dirasakan hingga wilayah Kabupaten Halmahera Utara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Hentje Hetaria, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, gempa tersebut sempat disertai peringatan dini tsunami tipe 2 yang berpotensi berdampak pada wilayah pesisir, khususnya daerah yang berhadapan langsung dengan pusat gempa.

“Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Halmahera bagian barat, Ternate, Tidore, hingga Minahasa Utara,” ujar Hentje.

Namun demikian, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa hingga beberapa jam setelah gempa, tidak ditemukan adanya kenaikan permukaan air laut di wilayah Halmahera Utara.

“Secara menyeluruh, kondisi air laut masih normal. Tidak ada laporan kenaikan tinggi muka air laut,” jelasnya.

Selain itu, hasil pengecekan pada alat pendeteksi tsunami yang berada di Pelabuhan di wilayah Halut juga tidak menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan. Alat tersebut tidak mengeluarkan peringatan atau alarm.

Terkait dampak kerusakan, BPBD mencatat baru satu laporan yang masuk, yakni kerusakan ringan pada sebuah bangunan pertemuan di Desa Beringin Jaya/Beringin Agung, Kecamatan Kao Utara.

“Tidak ada laporan kerusakan lain sejauh ini,” tambah Hentje.

Meski situasi terpantau aman, masyarakat tetap diimbau untuk waspada namun tidak panik. Pemerintah daerah meminta warga hanya mengakses informasi resmi dari BMKG maupun BPBD, serta tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Setelah gempa utama, memang masih terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil. Kami harap masyarakat tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan tidak terpancing informasi yang menyesatkan,” pungkasnya.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, tidak panik, serta selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber-sumber resmi dan terpercaya.(Sem/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page