Klikfakta.id, JAKARTA – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan transparansi Polri dalam menindak oknum anggota yang sengaja melakukan pelanggaran.
Dia menilai Polri saat ini menjadi institusi yang paling responsif dan terbuka terkait pemberian sanksi kepada anggotanya dibanding institusi lain.
Hal itu disampaikan Habiburokhman dalam seminar bertajuk ‘UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi’ di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).
Habiburokhman mulanya bicara soal percepatan transformasi Polri yang tengah berjalan saat ini.
“Kita tahu bahwa belakangan ini tuntutan untuk percepatan reformasi Polri kembali muncul seiring dengan semakin terbukanya ruang demokrasi,” ujar Habiburokhman yang dilansir dari detiknews, Rabu (16/4/2026).
Menurutnya hal itu merupakan suatu yang wajar. Dia menyebutkan institusi negara memang dituntut untuk mempercepat reformasi dirinya.
Habiburokhman menyebutkan salah satu aspek yang erat kaitannya dengan reformasi adalah perihal intergritas.
Dia memaparkan, tantangan integritas selalu ada di setiap lembaga negara, termasuk Polri.
Dimana adanya oknum-oknum yang melanggar aturan. Namun dia menekankan agar pimpinan Polri tidak perlu risau perihal itu selama institusi berani bertindak tegas.
“Saya katakan ke teman-teman petinggi Polri, ‘jangan risau dengan oknum’. Semua institusi pasti ada oknum, pasti ada yang melanggar,” ucapnya.
“Yang terpenting adalah bagaimana respons institusi terhadap oknum tersebut. Dan saya harus katakan, Polri adalah institusi yang respons terbaik terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh oknumnya,” lanjut Habiburokhman.
Politikus dari Partai Gerindra ini kemudian membandingkan transparansi Polri dengan institusi negara lainnya. Menurut dia, di lembaga lain, kejelasan sanksi terhadap pelanggar sering kali sulit untuk dipantau oleh publik.
“Mohon maaf, kita sudah ikuti kalau di institusi lain mohon maaf yang melakukan pelanggaran kita nggak bisa lacak apa sih sanksinya, apakah hanya ditahan, diproses hukum. Kalau Polri melanggar dikit PTDH? Nah ini semua dilakukan secara terbuka,” tukasnya.
Habiburokhman mengapresiasi sikap Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tidak alergi terhadap keterbukaan.
Baginya, transparansi adalah cara terbaik untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa pelanggaran yang terjadi dilakukan oknum bukan merupakan kebijakan institusi.
“Jadi saya melihat institusi Polri di bawah Pak Sigit ini tidak alergi dengan keterbukaan,” imbuhnya.
“Sama dengan di DPR, Pak, senjata kita satu-satunya yang bisa menolong kita ini keterbukaan. Sejelek apa pun kita tapi kalau kita terbuka rakyat pasti masih bisa kasih excuse,” paparnya.
Itu yang telah dilakukan oleh pimpinan Polri saat ini, karena sekaligus mendorong keterbukaan.
Lebih lanjut, Habiburokhman memastikan Komisi III DPR akan terus mendorong proses penegakan hukum yang transparan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).
Dia mengapresiasi langkah Polri yang selalu cepat menindaklanjuti temuan atau kesimpulan dari DPR.
“Rakyat akhirnya bisa melihat bagaimana tegasnya institusi Polri menyikapi oknum-oknum yang melakukan pelanggaran,” sebut Habiburokhman.
“Kami dorong proses yang terbuka, tapi respons yang amat baik ditunjukkan oleh Polri adalah langsung menindaklanjuti apa yang kita telah simpulkan. Nah itu yang kita dorong terus,” pungkasnya. ***
Sumber : detiknews














