Begini Pidato Presiden RI Tentang Arah Kebijakan Ekonomi Nasional 

Pidato Presiden RI Prabowo Subianto Arah Kebijakan Ekonomi Nasional 2027 di Sidang DPR RI (Dok: DPR RI)

Klikfakta.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 dalam rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara sebagai bahan pembicaraan pendahuluan penyusunan RAPBN Tahun 2027 yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Presiden menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan alat perjuangan dalam membangun bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“APBN adalah wujud dari alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, memperkokoh dasar-dasar ekonomi bangsa, dan memastikan setiap warga negara hidup lebih sejahtera,” ujar Presiden dalam pidatonya 

Untuk itu, Pemerintah menargetkan penurunan defisit APBN 2027 menjadi kisaran 1,80 persen hingga maksimal 2,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), selain itu Pemerintah menargetkan pendapatan negara meningkat ke kisaran 11,82 persen-12,40 persen dari PDB. Peningkatan ini diharapkan berasal dari optimalisasi pajak, penerimaan negara bukan pajak, serta penguatan pengelolaan sumber daya alam tujuan utamanya adalah memperbesar kapasitas fiskal negara agar dapat membiayai berbagai program pembangunan tanpa meningkatkan defisit secara signifikan.

Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8 persen–6,5 persen pada tahun 2027 sebagai tahap awal menuju target jangka panjang 8 persen pada 2029. 

Pemerintah juga menargetkan inflasi tetap berada pada kisaran 1,5- 3,5 persen guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.Pengendalian inflasi dilakukan melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, termasuk stabilisasi harga pangan dan distribusi barang.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto juga menyinggung soal nilai tukar rupiah yang diproyeksikan berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500,” tegas Presiden.

Selain itu kata dia,  pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 6,0–6,5 persen pada 2027. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga ditargetkan turun ke kisaran 4,30–4,87 persen melalui peningkatan investasi, penguatan sektor industri, serta pengembangan UMKM dan ekonomi digital.

Pemerintah turut menargetkan peningkatan penciptaan lapangan kerja formal dari 35 persen pada 2026 menjadi 40,81 persen pada 2027 guna memperkuat struktur ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Tak hanya itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap dengan fasilitas pendukung seperti cold storage, pabrik es, dan SPBU nelayan.

Kepala Negara itu juga menyoroti tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian. Menurut Presiden, kondisi dunia saat ini turut berdampak terhadap situasi ekonomi nasional sehingga pemerintah harus menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal negara secara hati-hati.

“Oleh karena itu, karena kondisi yang kita hadapi seperti ini, saya berpendapat bahwa Presiden Republik Indonesia harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” katanya.

Dalam pidatonya di hadapan anggota DPR RI Presidenpun  menegaskan komitmen pemerintah menjaga kesinambungan pembangunan nasional melalui pengelolaan fiskal yang sehat, tepat sasaran, dan mendukung agenda prioritas nasional seperti ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi rakyat.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page