Kapolda Malut Hadiri Panen Buah Melon di Wisata Agro Melon Ternate

Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Arif Budiman bersama istrinya pada panen buah melon ( Dok : Humas Polda Malut)

Klikfakta.id, TERNATE — Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Arif Budiman bersama istrinya yang juga Ibu Ketua Bhayangkara Ny. Rinny Arif Budiman menghadiri panen buah melon di wisata agro melon Kota Ternate, Sabtu (30/5/2026).

Kebun wisata agro melon diketahui milik seorang warga bernama Fandi Nasir Djohar di Kelurahan Gambesi, pada Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Pada panen ke-8 itu diikuti Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Arif Budiman bersama istrinya yang didampingi Manager Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, Giyanto.

Wisata agro melon itu terus menarik perhatian masyarakat. Karena selain untuk menawarkan pengalaman memetik melon langsung di kebun, lokasi ini juga menjadi sarana edukasi, keluarga, pelajar, hingga wisatawan.

Disela-sela panen Kapolda Malut diajak untuk berkeliling kebun agar melihat langsung proses budidaya hingga panen melon.

Dalam berkeliling itu Kapolda mengaku sangat terkesan dengan pengembangan pertanian yang dilakukan dan menilai budidaya melon memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sofifi.

Menurutnya, selain mendukung ketahanan pangan, pemanfaatan lahan untuk pertanian produktif juga dapat menjadi inspirasi bagi anggota Polri untuk lebih kreatif dan inovatif.

Kapolda juga mengapresiasi keberadaan kebun melon ini menurut Jenderal satu bintang itu sangat luar biasa. Ia berharap budidaya melon seperti ini dapat dikembangkan juga di Sofifi sebagai contoh pemanfaatan lahan di sekitar rumah dinas.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi anggota Polri untuk terus berkreasi dan berinovasi,” ujar Brigjen Pol Arif Budiman.

Wisata petik melon dan edukasi ini juga menjadi satu-satunya yang ada di Kelurahan Gambesi. Pengunjung memetik melon dari kebun secara langsung, sekaligus mencicipi berbagai jenis melon siap panen dengan harga terjangkau.

Berikut Nama-nama melon, Lavender ; jepang, The blues : cina, Skidrow: ravio farm, Sunny: Ukraina, Mowgli : ravio farm, Sweet nett 8 : thailan dan Vietnam, Apprilia : cina, Taiwan dan jepang.

Kebun tersebut memiliki tujuh varian melon impor dengan karakter rasa berbeda-beda. Satu kali panen, kebun ini menghasilkan hingga satu ton melon dan seluruh hasilnya biasanya habis terjual di lokasi.

Fandi Nasir Djohar, mengaku bersyukur karena panen kali ini mendapat perhatian langasung Kapolda Maluku Utara. Menurutnya, kehadiran Kapolda bersama keluarga merupakan bentuk penghargaan terhadap untuk terus berupaya mengembangkan sektor pertanian.

“Kami berterima kasih karena Bapak Kapolda Maluku Utara bersama keluarga berkenan datang langsung melihat kebun melon ini,” ucapnya.

Ia mengaku Kehadiran Kapolda Malut menjadi penyemangat petani untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha pertanian.

“Kalau pak Kapolda ingin pengembangan melon dilakukan di Sofifi, saya siap membantu dan berbagi pengalaman agar bisa berkembang dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap buah melon menjadi salah satu faktor keberhasilan usaha yang dirintisnya. Setiap musim panen, banyak pengunjung datang, mulai dari anak-anak hingga ibu rumah tangga.

“Mereka datang untuk memetik melon sambil belajar mengenai proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan hingga panen,” tandasnya.

Menurut Fandi, usaha budidaya melon yang dijalankannya cukup menjanjikan. Dalam setiap masa panen, keuntungan yang diperoleh dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Keberadaan wisata agro melon di Gambesi tidak hanya menjadi destinasi wisata keluarga, tetapi membuka peluang ekonomi petani lokal, serta menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif yang bernilai edukatif dan menguntungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page