Personel Yonif 732/Banau Bersama Warga Padamkan Api di Sidangoli Halbar

Saha Buamona Klikfakta.id
Personel Yonif 732/Banau dan Warga saat padamkan api (Foto Istimewa)

Klikfakta.id, HALBAR — Personel Yonif 732/Banau merespon cepat bersama masyarakat padamkan api setelah terjadi kebakaran hutan dan lahan di Desa Hijrah, Kecamatan Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara yang jauh dari permukiman rumah warga. 

Danyonif 732/Banau Letnan Kolonel Inf Sandhya Dika Kalantaka mengatakan kebakaran terjadi di area semak belukar juga rerumputan kering dengan perkiraan luas terdampaknya sekitar 1 hektar yang kurang lebih 500 meter jaraknya dari pemukiman warga. 

Untuk mencegah kebakaran tidak begitu besar, Danyonif langsung mengarahkan sebanyak 32 personel Yonif 732/Banau bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman api. 

“Upaya pemadaman yang dilakukan personel dengan cepat itu karena vegetasi kering dan hembusan angin kuat membuat api berpotensi merambat ke area lainnya,” ujar Danyonif 732/Banau, Rabu (19/8/2026). 

Karena dengan peralatan yang terbatas dan kondisi medan yang cukup sulit, lanjut Danyonif personel Yonif 732/Banau bersama masyarakat melaksanakan pemadaman secara manual. 

“Upaya yang dilakukan untuk mencegah api agar tidak meluas dan mengancam lingkungan atau pemukiman warga di sekitar lokasi,” tukasnya. 

Selain membantu memadamkan api, personel Yonif 732/Banau bersama masyarakat juga menyingkirkan pohon tumbang, karena dapat menghambat arus lalu lintas, menimpa kabel listrik, dan membahayakan pengguna jalan.

Untuk itu dengan adanya berkat dari respons cepat dan gotong royong antara personel TNI bersama masyarakat, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. 

“Karena sebelumnya akses jalan juga sempat terhambat, akibat pohon tumbang, namun sudah digunakan kembali,” bebernya.

“Dalam insin tersebut tidak terdapat adanya korban jiwa atau korban luka-luka,” tambahnya. 

Hingga kegiatan selesai dilaksanakan, situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan kondusif, namun untuk kerugian materiel masih dalam pendataan.

Dari pengecekan awal di lapangan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendalaman. 

Namun, keberadaan tempat pembuangan atau pembakaran sampah masyarakat di sekitar lokasi menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian karena berpotensi menjadi sumber api.

Danyonif 732/Banau juga menegaskan bahwa kehadiran prajurit ditengah masyarakat adalah bagian dari komitmen satuan untuk memberikan manfaat dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

“Dan prajurit dari Yonif 732/Banau tidak hanya hadir ketika melaksanakan tugas pertahanan dan keamanan,” tukasnya. 

Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, kata Danyonif dalam kondisi darurat, prajurit harus menjadi bagian dari solusi, cepat melihat, cepat bertindak, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dan semangat gotong royong dari TNI bersama masyarakat untuk menjaga keselamatan lingkungan serta memastikan aktivitas tetap berjalan dengan aman,” pungkasnya. (sah/red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page