Cegah Karhutla, Mabes TNI dan Pasis Seskoad LXVIII Sosialisasi ke Masyarakat Kampar

Saha Buamona Klikfakta.id
Tim Karhutla Mabes TNI bersama Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad LXVIII menggelar sosialisasi serta penyuluhan kepada masyarakat (Foto Istimewa)

Klikfakta.id, KAMPAR — Tim Kebakaran Hutan dan Lahan Mabes TNI bersama Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad LXVIII menggelar sosialisasi serta penyuluhan terhadap masyarakat maupun para pemangku kepentingan di Kabupaten Kampar, Riau, Senin(31/8/2026). 

Sosialisasi dan penyuluhan tersebut dalam rangka untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi diberbagai daerah, khususnya di Kabupaten Kampar. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah serta menangani karhutla yang masih menjadi ancaman, khususnya di wilayah Kabupaten Kampar.

Kegiatan yang dipimpin Brigjen TNI Sudarma Setiawan dengan melibatkan 23 personel yang dibagi menjadi dua tim. Kedua tim secara bersamaan menyasar wilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu dan Kecamatan XIII Koto Kampar.

Tim pertama melaksanakan penyuluhan di Kantor Camat Koto Kampar Hulu, sedangkan tim kedua menggelar kegiatan serupa di Kantor Camat XIII Koto Kampar.

Penyuluhan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok masyarakat, koperasi, hingga perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar.

Di Kecamatan Koto Kampar Hulu, peserta terdiri dari perwakilan masyarakat, PT Padasa Enam Utama, Koperasi 3 Koto, serta Koperasi Produsen Akub.

Sementara di Kecamatan XIII Koto Kampar, kegiatan diikuti perwakilan masyarakat, kepala desa, PT Padasa Enam Utama, PT Hulu Kampar Estate, Koto Kampar Mill yang merupakan bagian dari PT Padasa Enam Utama, unsur pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta aparat kecamatan dan desa.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai tiga fase utama penanganan karhutla, yakni pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan.

Tim penyuluh menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah paling penting untuk menekan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran.

Selain materi pencegahan, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan aplikasi yang dapat mendukung upaya pemantauan dan penanganan karhutla.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi serta membantu memperkuat respons terhadap potensi kebakaran di lapangan.

Keterlibatan perusahaan perkebunan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla.

Sebab, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen, terutama masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran.

Para peserta diharapkan menjadi perpanjangan informasi dengan menyampaikan kembali materi serta pesan-pesan pencegahan karhutla kepada masyarakat yang tidak berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

Di sisi lain, Pasis Dikreg Seskoad LXVIII turut melaksanakan analisis data terkait karhutla bersama jajaran Polres Kampar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam mengantisipasi serta menangani ancaman karhutla.

“Mari jaga desa kita dari api dan asap,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. (sah/red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *