AMPHI Sorot Proyek Gedung Laboratorium IAIN Manado yang Nihil Progres

Pembangunan Gedung Laboratorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. ( foto : istimewa)

Kikfakta.id, MANADO– Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum Indonesia (AMPHI) menyuarakan keprihatinan serius atas ketidak progresan pembangunan Gedung Laboratorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Proyek yang memiliki pagu anggaran mencapai Rp49.018.218.000 bersumber dari APBN ini, hingga September 2026 belum menunjukkan kemajuan sama sekali.

Koordinator AMPHI, Alfian Sangadji, dalam keterangannya, menegaskan bahwa penandatanganan kontrak proyek telah dilakukan pada 31 Juli 2026 antara pihak terkait dan pelaksana PT Naura Dinamika Nusantara. Batas waktu penyelesaian yang ditetapkan hanya 170 hari kalender, namun hingga kini progresnya nihil.

“Seharusnya Rida Cameli, Kepala UKPBJ Kemenag RI, senantiasa mengawasi proyek ini dari proses pelelangan hingga pelaksanaan, bukan lepas tangan setelah kontrak ditandatangani,” ujar Alfian.

AMPHI juga menyoroti peran Ahmad Rajafi (Rektor IAIN Manado selaku Kuasa Pengguna Anggaran/KPA) dan Djunaidi Lababa (Pejabat Pembuat Komite/PPK). Kedua pejabat ini dinilai tidak serius dalam menjalankan tanggung jawabnya, baik secara formal maupun material, untuk menjamin selesainya proyek tersebut.

Oleh karena itu, AMPHI mendesak Menteri Agama RI, KH. Nasaruddin Umar, untuk segera mengevaluasi kinerja seluruh pihak terkait dan menjatuhkan sanksi tegas tanpa pandang bulu, agar menjadi efek jera.

“Gedung yang diimpikan seluruh mahasiswa ini kini tak kunjung selesai. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata, kami siap melakukan demonstrasi langsung di depan Kementerian Agama RI sebagai bentuk pengawalan proyek ini,” punhkas Alfian. (red) 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *