Chat WhatsApp Ketua Gerindra Malut Diduga Meminta Setoran MBG, Istilah “Uang Pusat”

Samuel
Foto: Ilustrasil

Klikfakta.id, TERNATE- Beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp tertanggal 27 Juni 2026 yang diduga melibatkan Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara, Sahril Taher, dan seorang pengurus yayasan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berinisial D.

Dalam percakapan tersebut, sosok yang disebut sebagai Sahril diduga meminta D segera mengirimkan sejumlah uang yang disebut berkaitan dengan pembayaran kepada “pusat” keaslian tangkapan layar bahkan identitas para pihak, serta konteks lengkap percakapan itu belum terverifikasi secara detail.

Salah satu pesan yang beredar berbunyi “Saya sudah dapat tegur ulang-ulang dengan masalah pembayaran di pusat. Saya harap besok sudah harus terkirim.”

Pesan tersebut menunjukkan adanya permintaan pembayaran yang disebut mendesak. Namun, belum diketahui secara pasti apa yang dimaksud dengan “pusat”, siapa pihak yang memberikan teguran, serta apakah permintaan itu merupakan kewajiban resmi dalam pengelolaan program MBG.

Dalam percakapan yang sama, D disebut menanyakan rekening tujuan transfer. Sosok yang diduga Sahril kemudian mengirimkan rekening Bank Mandiri atas nama CV Twone Sukses Ciptanusa, dengan keterangan transaksi “pembayaran peralatan dapur MBG”.

Belum terdapat informasi terverifikasi mengenai hubungan CV Twone Sukses Ciptanusa dengan pengelolaan program MBG dan dasar penunjukan perusahaan tersebut, maupun dokumen yang mendasari pembayaran dengan keterangan tersebut.

Hingga 29 Juni 2026, berdasarkan isi percakapan yang beredar, uang yang diminta disebut belum masuk ke rekening tersebut. Informasi ini masih bersumber dari percakapan yang belum diverifikasi secara independen.

Percakapan kemudian memuat pesan lain yang diduga dikirim oleh sosok yang sama kepada D:
“Diane kenapa belum kirim, pusat menilai saya bohong karena sudah minta nomor rekening. Sebenarnya Diane mau gimana kah. Ini uang orang pusat kenapa harus ditahan…”ujar kutipan pesan WhatsApp

Kutipan tersebut juga memuat pernyataan mengenai keterlambatan pembayaran dan penyebutan “uang orang pusat”. Namun, belum diketahui apakah istilah itu merujuk pada kewajiban resmi, permintaan pihak tertentu, atau pemahaman pribadi pengirim pesan.

Dalam percakapan itu, D juga disebut dipersoalkan karena tidak mengikuti dua kali rapat virtual. Terdapat pula pernyataan bahwa persoalan tersebut akan dilaporkan kepada pihak pusat apabila D tidak lagi bersedia menjadi pengurus yayasan.  D kemudian memberikan tanggapan yang mempertanyakan dasar permintaan uang tersebut

“Saya tidak salah gunakan pak. Saya siap dilaporkan ke pusat nanti saya lampirkan laporan keuangan yayasan. Saya juga siap diperiksa. Uang operasional yayasan yang pak ketua perintahkan untuk setor ke pusat apakah ada surat langsung dari pusat pak ketua? Boleh saya minta lihat suratnya.” Kutipan ini menunjukkan bahwa D mempertanyakan ada atau tidaknya surat resmi dari pihak yang disebut sebagai “pusat”.

Belum diketahui apakah surat atau dokumen tersebut pernah diterbitkan, disampaikan, atau tersedia dalam bentuk lain. D juga menyampaikan kekhawatiran terkait adanya pihak-pihak yang disebut sedang diperiksa dan ditangkap:

“Banyak yang diperiksa dan ditangkap, saya takut pak ketua. Rosita juga tidak setor tapi pak tidak ancam begini ko pak ketua. Intinya saya tidak menyalahgunakan uang.”

Selain itu hubungan antara CV Twone Sukses Ciptanusa dengan program MBG, dasar penggunaan rekening perusahaan tersebut, pihak yang memberikan instruksi pembayaran, serta kesesuaian keterangan “pembayaran peralatan dapur MBG” dengan tujuan dana yang diminta.

Media di Maluku Utara sebelumnya juga memberitakan beredarnya percakapan serupa. MalutPost melaporkan adanya dugaan permintaan dana kepada sejumlah SPPG dan menyebut rekening CV Twone Sukses Ciptanusa dalam konteks persoalan tersebut.

Pemberitaan lain juga menyebutkan adanya dugaan permintaan setoran kepada sejumlah yayasan pengelola SPPG dengan istilah “uang pusat” atau “hak pusat”.

Informasi semua pihak yang disebut tetap memiliki hak untuk memberikan penjelasan. Untuk itu yang bersangkutan saat dihubungi via WhatsApp belum memberikan  klarifikasi mengenai keaslian percakapan dan permintaan dana serta hubungannya dengan CV Twone Sukses Cipta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *