15 Pelajar Tewas  Akibat Kecelakaan Lalu Lintas, Ditlantas Polda Malut Luncurkan Program BISPAS

Saha Buamona Klikfakta.id
Foto : ilustrasi

Klikfakta.id, SOFIFI – Sebanyak 119 angka kecelakaan lalu lintas di Maluku Utara sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut 89 korban merupakan anak sekolah.

Data tersebut menjadi perhatian serius oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Maluku Utara. 

Tercatat dari angka tersebut 15 pelajar tercatat meninggal dunia, sementara 40 orang lainnya mengalami luka berat akibat kecelakaan lalu lintas.

Kondisi ini dinilai menjadi alarm bagi seluruh pihak bahwa keselamatan anak sekolah di jalan raya tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian.

Direktur Lalu Lintas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Doni Hermawan, menegaskan setiap nyawa hilang akibat kecelakaan merupakan kehilangan yang tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.

Baca Juga :

Kapolda Malut Dorong Polantas Semakin Profesional dan Dekat dengan Masyarakat

“Satu nyawa sangat berharga bagi kita semua untuk kita selamatkan. Jangan sampai ada lagi korban sia-sia karena kecelakaan lalu lintas di jalan,” tegas Doni, ketika diwawancarai usai Syukuran Hari Jadi Lalu Lintas yang digelar di Mako Polda Maluku Utara, Sofifi, pada Selasa (22/9/2026).

Menurut Doni, salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian adalah kebiasaan anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor di jalan raya, termasuk saat pergi dan pulang sekolah.

Karena itu, ia meminta kepada orang tua tidak membiarkan anak yang belum memenuhi ketentuan usia mengendarai sepeda motor sendiri. 

Sekolah dan pemerintah daerah juga diminta mengambil langkah konkret untuk mencegah risiko tersebut.

“Kalau memang kita sayang kepada anak-anak kita, sayang terhadap generasi masa depan bangsa, maka kita harus bisa menjaga mereka tidak menjadi korban sia-sia di jalan,” katanya.

Sebagai salah satu upaya mengurangi risiko kecelakaan terhadap pelajar, Ditlantas Polda Maluku Utara meluncurkan program Polantas Antar Anak Sekolah (BISPAS).

Program itu untuk menyediakan alternatif transportasi bagi pelajar sehingga mereka tidak harus mengendarai sepeda motor sendiri menuju sekolah.

Untuk tahap awal, BISPAS diterapkan di Kota Ternate dengan berharap program tersebut dapat diperluas ke seluruh wilayah di Maluku Utara.

Menurutnya, pelaksanaan program tidak harus menunggu tersedianya bus khusus. Kendaraan patroli kepolisian yang sedang bertugas juga dimanfaatkan untuk membantu mengantar pelajar apabila memungkinkan.

“Program antar anak sekolah ini bukan hanya program dari polisi saja, bukan program Polda saja, bukan program Ditlantas saja, tapi program semua, gerakan antar anak sekolah,” tegasnya.

Doni juga mendorong sekolah membuat aturan internal yang mendukung keselamatan siswa, termasuk mencegah pelajar yang belum dapat memenuhi ketentuan usia membawa sepeda motor ke sekolah.

“Polisi melarang bukan karena kita benci, tapi kita melarang karena kita sayang. Kita sayang masyarakat Maluku Utara, kita sayang anak-anak kita,” ujarnya.

Selain keselamatan pelajar, Ditlantas Polda Maluku Utara juga menyoroti aktivitas truk pengangkut material tambang yang melintas di jalan umum.

Doni mengingatkan material seperti tanah dan batu yang tercecer di badan jalan dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Menurutnya, jalan umum merupakan fasilitas yang digunakan seluruh masyarakat sehingga aktivitas pengangkutan material harus dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

“Memastikan bahwa jalan yang dilintasi, fasilitas umum yang digunakan oleh masyarakat dalam kondisi aman, dan selamat. Jadi itu kita harus memastikan,” tegas Doni.

Ia menegaskan persoalan keselamatan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab kepada kepolisian. 

Pengusaha tambang dan operator kendaraan angkutan material juga harus memiliki tanggung jawab memastikan kendaraan serta aktivitas pengangkutan berlangsung dengan aman.

“Pelaku usaha tambang artinya bertanggung jawab. Kendaraan yang melintas, mengangkut material, tanah, batu dan sebagainya, itu juga harus dipastikan dalam aspek keselamatannya bisa terjaga dengan baik,” pungkasnya. (sah/red) 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *