Bupati Halteng Ancam Tindak Tegas ASN Bahas Konflik Banemo-Sibenpopo

Saha Buamona Klikfakta.id
Bupati Halteng Ikram Malan Sangaji saat tanda tangan prasasti perdamaian (Foto Saha Buamona/Klikfakta.id)

Klikfakta.id, HALTENG — Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji bakal tindak tegas ASN di lingkungan Pemkab Halteng yang masih bahas persoalan dua desa di Patani Barat. 

Hal itu ditegaskan Bupati saat Deklarasi Perdamaian Banemo di Aula Kantor Bupati Halteng, Jumat (2/10/2026) yang libatkan perwakilan enam desa di Patani Barat, Desa Banemo, Banemo Indah, Bobane Jaya, Bobane Remdi, Moreala, dan Sibenpopo. 

Dalam sambutan Ikram minta seluruh masyarakat Halteng, khususnya di Patani Barat, jaga persaudaraan agar tetap jalani kehidupan rukun dan damai. 

Ikram juga tegas akan ambil tindakan sesuai aturan ASN di lingkungan Pemkab Halteng yang masih bahas persoalan antara Banemo dan Sibenpopo. 

“Mulai hari ini saya tidak mau lagi dengar secara langsung maupun tidak ASN bahas masalah yang sudah terjadi sebelumnya. Jika ada, saya akan ambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. 

Menurut Ikram, penyelesaian persoalan tidak mudah, terlebih jika menyangkut masalah yang dianggap serius. 

“Begitu juga dengan masyarakat, kami harap punya kesadaran masing-masing! Jika ada masalah terjadi, tidak ada orang dari luar yang bisa bantu kita selesaikan, karena itu saya tidak ingin Polda, Polres dan TNI capek hanya karena masalah di sini,” ujarnya. 

Ikram menyatakan, aparat keamanan juga masih punya banyak tugas lain yang harus dilakukan untuk kepentingan masyarakat di Maluku Utara. 

“Kita harus punya kesadaran bahwa aparat banyak tugas yang harus dilakukan dan masih banyak yang bisa kita hadirkan untuk kehidupan masyarakat,” sambungnya. 

Sementara itu, Wakapolda Malut Brigjen Pol. Slamet Haryadi akui selama bertugas di wilayah barat dan tengah Indonesia, dirinya belum pernah lihat pelaku secara sukarela menyerahkan diri kepada kepolisian untuk jalani proses hukum. 

Menurutnya, hal tersebut justru ditemui setelah dirinya bertugas di Maluku Utara. 

“Selama bertugas di wilayah barat dan tengah tidak pernah lihat pelaku menyerahkan diri ke kepolisian, tapi di Maluku Utara saya melihat sifat gentleman dan kesatria dari masyarakat Maluku Utara,” ujarnya. (sah/red) 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *