Klikfakta.id,,TIDORE – Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman bersama Wakapolda Brigjen Pol Slamet Hariyadi turun ke sejumlah sekolah di Kota Tidore Kepulauan, pada Senin (2/11/2026).
Kehadiran dua pimpinan Polda Malut tersebut tidak hanya memastikan keselamatan pelajar melalui pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga mengampanyekan gerakan antiperundungan atau Stop Bullying melalui program Polisi Peduli Pendidikan.
Kapolda Arif Budiman melaksanakan kegiatan Quick Wins I di depan SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan sekitar pukul 07.00 WIT, didampingi Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias Von Bulow dan Kasat Lantas AKP Karel Siauw.
Kapolda terlihat mengatur arus kendaraan sekaligus membantu para siswa menyeberangi jalan.

Selain itu, Kapolda memberikan imbauan kepada pengendara agar menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, dan mengutamakan keselamatan berlalu lintas.
Usai kegiatan tersebut, Arif Budiman bertindak sebagai pembina upacara di SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan.
Di hadapan kepala sekolah, dewan guru, dan seluruh siswa, Kapolda menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.
Menurutnya, bullying bukan sekadar candaan antarteman, melainkan tindakan yang dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis, kepercayaan diri, hingga prestasi akademik korban.
Ia menjelaskan, perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, hinaan verbal, pengucilan sosial, hingga perundungan melalui media sosial atau cyberbullying.
Kapolda menyampaikan tiga pesan penting kepada para pelajar. Pertama, siswa yang melakukan perundungan diminta segera menghentikan tindakannya dan belajar menghargai sesama.
Kedua, korban perundungan diminta tidak takut berbicara serta berani melaporkan kejadian yang dialami kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian.
Ketiga, siswa yang menyaksikan tindakan perundungan tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berani membantu korban dan melaporkan kejadian tersebut.
“Kita ingin sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan perundungan, kekerasan, maupun perilaku yang merendahkan martabat sesama,” tegas Arif Budiman.
Pada waktu yang sama, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Slamet Hariyadi juga turun langsung melakukan pengaturan lalu lintas di depan SMP Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan.
Bersama pejabat utama Polda Maluku Utara dan personel Satlantas Polres Tidore Kepulauan, Wakapolda membantu pelajar menyeberangi jalan serta mengatur kendaraan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas pada jam masuk sekolah.
Wakapolda mengingatkan para pengendara agar menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, dan menaati peraturan lalu lintas.
Tidak berhenti di situ, Slamet Hariyadi kemudian bertindak sebagai pembina upacara di SMA Negeri 3 Kota Tidore Kepulauan melalui program Polisi Peduli Pendidikan.
Wakapolda mengajak seluruh pelajar menjauhi segala bentuk perundungan.
Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat untuk menuntut ilmu, membangun persahabatan, dan mengembangkan potensi diri, bukan lingkungan yang menimbulkan rasa takut.
“Perundungan bukan persoalan sepele. Luka fisik mungkin dapat sembuh dalam beberapa hari, tetapi luka batin akibat perundungan bisa membekas dalam waktu yang lama,” pesannya.
Slamet juga mengingatkan bahwa tindakan perundungan dapat berimplikasi hukum apabila memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.
Ia meminta kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antarsiswa serta menyediakan ruang pengaduan yang aman agar peserta didik tidak takut menyampaikan persoalan yang mereka alami.
“Jadilah generasi santun, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. Tunjukkan bahwa pelajar Maluku Utara, khususnya Kota Tidore itu merupakan generasi yang berprestasi dan berkarakter,” pesannya.
Sementara Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol Hadi Poerwanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus komitmen memberikan pelayanan yang humanis dan responsif.
Menurut Hadi pengaturan lalu lintas ini bukan sekadar untuk mengurai kepadatan kendaraan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat.
“Khususnya para pelajar yang setiap pagi beraktivitas menuju sekolah. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dengan kehadiran anggota Polri di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polda Maluku Utara terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepolisian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Polda Maluku Utara juga mengimbau seluruh pengguna jalan tertib berlalu lintas, dengan menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, serta mengutamakan keselamatan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Polda Malut menegaskan bahwa program Quick Wins I dan Polisi Peduli Pendidikan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga perlindungan terhadap generasi muda.
Kampanye Stop Bullying di sekolah diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berprestasi merupakan tanggung jawab bersama antara pelajar, guru, orang tua, masyarakat, dan kepolisian.
Stop Bullying, Wujudkan Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Berprestasi. ( sah/red)




















