Ketua komisi II DPRD Halbar, Dasril Usman
Klikfakta.id, HALBAR– Rencana pembangunan jembatan timbang di simpang Desa Boso, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, sepertinya sulit terwujud.
Pasalnya rencana pembangunan oleh Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXIV Provinsi Maluku Utara ini, menuai penolakan DPRD Halmahera Barat.
Ketua Komisi II DPRD Halbar, Dasril Hi. Usman menilai pembangunan jembatan timbang di wilayah tersebut tidak mendatangkan keuntungan untuk daerah.
Menurutnya, lokasi pertigaan boso adalah lahan yang strategis dan punya nilai tinggi di masa yang akan datang.
Dimana, lokasi pertigaan boso berpotensi menjadi sumber pendapatan baru daerah ketika kedepan dimanfaatkan atau dikelola dengan benar dan tepat.
” Saya sendiri membayangkan kedepan nanti pertigaan boso bisa menjadi “terminal sentral halmahera” karena wilayah ini menjadi wilayah pintu masuk yang menghubungkan Halmahera Barat dengan Kabupaten kabupaten-kabupaten tetangga, ” ujarnya, kepada Klikfakta.id, melalui pesan WhatsApp, Senin (28/10/2024) kemarin.
Pemda kata dia, diminta jangan asal-asalan dalam menerjemahkan pembangunan.
“saya siap turun bersama-sama masyarakat Jailolo Selatan khususnya warga Boso untuk meminta kepada Pemda alasan menghibahkan wilayah yang kedepannya akan menjadi wilayah primadona Halmahera Barat, ” tegasnya.
DPRD lanjut Dasril juga menilai pembangunan jembatan timbang ini hanya memfasilitasi Pemkab Jalur dan Sofifi, dalam hal regenerasi kendaraan.
” Terkecuali titik koordinatnya ada di Sidangoli Gam atau di Sidangoli Dehe, karena itu berpotensi untuk ada regenerasi, ” jelasnya. ***
Editor  : Armand
Penulis : Riko Noho














