Klikfakta.id, SOFIFI – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos secara resmi menunjuk Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie dr Rosita Alkatiri, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Ternate.
Rosita Alkatiri menggantikan mantan Direktur dr Alwia Assagaf yang sebelumnya menjabat Direktur RSUD Chasan Boeserie Ternate.
Penunjukan terhadap Rosita berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 800.1.3.3/SP-MU/048/IV/2026 tertanggal 27 April 2026 yang ditandatangani langsung oleh Gubernur.
Surat tersebut diakui oleh Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku Utara Zulkifli Bian ketika dikonfirmasi Senin (27/4/2026).
Zulkifli menjelaskan, dari tiga wakil direktur yang ada di RSUD Chasan Boeserie itu, Gubernur mempercayakan posisi Plt Direktur kepada dr Rosita Alkatiri.
Dengan demikian, selain tetap menjalankan tugas sebagai Wadir Pelayanan, dr Rosita juga mengemban amanah sebagai Plt Direktur yang terhitung mulai hari ini, 28 April 2026.
“Selain Ibu dr Rosita, ada dua Wadir lainnya, tapi ibu gubernur menunjuk Plt Direktur dijabat dr Rosita,” terangnya.
Sementara itu pemberhentian dr Alwia Assagaf sebagai Direktur RSUD, Zulkifli mengaku hal tersebut telah ditetapkan melalui SK Nomor: 800.1.3.3/KEP-MU/004/IV/2026 tentang Pemberhentian PNS dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama tertanggal 24 April 2026.
Usai diberhentikan, dr Alwia diangkat dalam jabatan baru sebagai Penata Kelola Layanan Kesehatan di RSUD, yang terhitung mulai 27 April 2026.
Keputusan ini diambil setelah Pemerintah Provinsi menerima rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Surat Nomor: 20351/R-AK.02.03/SD/O/2026 tertanggal 17 April 2026.
“Jadi, mulai 27 April, Ibu dr Alwia bertugas di jabatan barunya,” ujarnya.
Zulkifli menegaskan, pergantian jabatan ini merupakan bagian dari evaluasi yang dilakukan oleh gubernur untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Chasan Boesoirie.
Langkah ini sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga diharapkan mampu memperkuat manajemen rumah sakit agar lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini murni hasil evaluasi pimpinan untuk pembenahan organisasi dan peningkatan layanan kesehatan,” pungkasnya. (sah/red)














