Klikfakta.id, TERNATE — Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku Utara bekerja sama dengan Polda Maluku Utara, guna peningkatan pengawasan dan penyidikan tindak pidana obat dan makanan.
Kerja sama tersebut ditindaklanjuti melalui Penandatangan Kerja sama (PKS) yang dipimpin langsung, Kepala BPOM Maluku Utara, Ermanto Siahaan dan Kapolda Malut, Irjen Pol. Waris Agono di aula mapolres ternate, Jumat (20/2/2026).
Kepala BPOM Maluku Utara, Ermanto Siahaan mengatakan, penandatanganan kerjasama dengan Polda Malut sebagai komitmen untuk meningkatkan efektivitas dalam pengawasan obat dan makanan, serta penindakan kejahatan di wilayah Maluku Utara.
“Di Maluku Utara masih ditemukan produk ilegal atau produk yang memang mengandung bahan berbahaya, untuk itulah kami dengan Polda bersinergi agar bisa ditekan dan dicegah,” ujar Ermanto ketika diwawancarai sejumlah media usai penandatanganan PKS.
Ia mengaku 10 Kabupaten dan Kota di Maluku Utara, Kota Ternate merupakan Kota yang paling banyak ditemukan berbagai produk ilegal terutama kosmetik karena jumlah penduduk banyak.
“Namun kami tetap tegas dan komitmen untuk mengawasi produk ini, kalau bisa ditingkatkan ke ranah hukum, sehingga kami bekerjasama dengan Polda Maluku Utara agar menegakan hukum terkait kejahatan obat dan makanan,” tegas Ermanto.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono juga mengakui, penandatanganan kerjasama dengan BPOM untuk memudahkan pekerjaan di dua instansi baik BPOM Provinsi Maluku Utara maupun Polda.
Irjen Waris mengaku Polisi penegak hukum, Polri membutuhkan kerjasama dengan BPOM untuk pencegahan dan mendukung program Presiden Republik Indonesia Prabawo Subianto terkait Makanan Bergizi Gratis (MBG) terutama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Polda Maluku Utara.
Kapolda mengatakan untuk mendukung MBG yang merupakan program Presiden, pihaknya melakukan sosialisasi agar MBG menggunakan rapid test kit (alat uji cepat), kalau tidak ada alat uji cepat, maka berkonsultasi dan BPOM untuk mencegah keracunan.
“Kalau terjadi (keracunan), kami akan policeline, tempat kejadian perkara (TKP), sampelnya kita bawa ke BPOM untuk mengetahui apakah ada sabotase, kesengajaan atau kelalaian,” ucapnya.
Kemudian, kata Irjen Waris Agono jikalau ada unsur kesengajaan, maka siapa yang sengaja, akan ditindak, namun jika itu kelalaian, maka dilakukan perbaikan bersama.
“Apakah itu dari bahan, atau di prosesnya, untuk mengetahui hal itu BPOM yang punya fasilitas Laboratorium akan memeriksa,” kata Kapolda.
Jenderal bintang dua itu juga menegaskan, dengan adanya kerjasama ini, pihaknya dengan BPOM bersama-sama memastikan obat obatan dan makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman, bermutu, sehat bergizi dan bebas dari hal-hal membahayakan termasuk alat-alat kosmetik.
“Kosmetik atau skincare ini paling sering, kan mengandung bahan berbahaya contohnya merkuri, dan yang mengerti kandungan itu adalah BPOM,” pungkasnya.
Irjen Waris menegaskan Kerjasama BPOM dan Polda juga akan melakukan uji sampel terhadap bahan-bahan narkoba, karena BPOM memiliki alat sehingga penyidik tidak lagi ke Labfor Sulut atau Makasar, karena mengeluarkan biaya yang lebih besar.
“BPOM Maluku Utara sudah ada fasilitasnya, kecuali zat-zat baru seperti tembakau, Gorila, Kortum dan lain-lain yang baru, maka kami tetap ke labfor, Sulut atau Makasar,” tegasnya. (sah/red)














