Klikfakta.id — Pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir menambah investasinya di PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) dengan membeli 30 juta saham perusahaan tersebut.
Seperti tercantum dalam beberapa keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dikutip redaksi pada Kamis, 10 September 2026, pembelian tersebut memperkuat eksposur Boy Thohir pada emiten yang tengah menjalani transformasi dari bisnis perlengkapan rumah tangga dan furnitur menuju infrastruktur digital serta pusat data atau data center.
Sebelumnya, Boy Thohir telah terhubung dengan MGLV melalui PT Trinugraha Thohir yang memiliki 2,25 persen saham dan PT Trinugraha Thohir Harmoni dengan kepemilikan 4,86 persen.
Boy mengatakan pembelian saham tersebut mencerminkan keyakinannya terhadap prospek perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur teknologi.
“Saya melihat prospek perusahaan menjanjikan di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi masa depan,” kata Boy dalam keterangannya, Rabu kemarin.
Menurut Boy, pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan adopsi cloud computing dan artificial intelligence atau AI, serta transformasi digital di berbagai sektor akan memperbesar kebutuhan terhadap fasilitas pusat data yang aman, andal, dan berkapasitas tinggi.
Ia juga memandang peningkatan partisipasi investor domestik dapat memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia, terutama ketika pasar menghadapi tekanan arus keluar dana asing dan ketidakpastian global.
Setara 1,57 Persen Saham MGLV
Dalam keterbukaan informasi itu, pembelian 30 juta saham tersebut setara sekitar 1,57 persen dari total 1,90 miliar saham MGLV yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Berdasarkan harga terakhir MGLV sebesar Rp14.850 per saham, 30 juta saham itu memiliki nilai pasar sekitar Rp445,5 miliar. Namun, nilai tersebut bukan nilai pembelian karena harga dan tanggal pelaksanaan transaksi Boy belum disebutkan dalam informasi yang tersedia.
MGLV ditutup pada level Rp14.850 pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Pada posisi tersebut, kapitalisasi pasar perusahaan mencapai sekitar Rp28,29 triliun.
Sepanjang 2026, harga saham MGLV telah meningkat 513,64 persen dari Rp2.420 menjadi Rp14.850. Dalam sebulan terakhir, saham tersebut menguat 77,31 persen.
Transformasi Menjadi Perusahaan Data Center
Masuknya investasi Boy berlangsung ketika MGLV menyelesaikan sejumlah aksi korporasi untuk mengubah fokus bisnisnya.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham pada 7 September 2026, pemegang saham menyetujui perubahan kegiatan usaha, transaksi material dan transaksi afiliasi, penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu, serta rangkaian transaksi untuk mendukung bisnis data center.
MGLV kemudian mengambil alih 99,90 persen saham PT Nextier Askara Center atau NAC dan 99,90 persen saham PT Nextier GenAI Center atau NGC dari pemegang saham pengendalinya, PT Nextier Datamate Center.
Transaksi pembelian saham NAC dan NGC memiliki nilai Rp1,998 miliar. MGLV juga mengambil alih piutang Nextier Datamate Center kepada kedua perusahaan tersebut senilai Rp668,61 miliar sehingga total transaksi mencapai Rp670,61 miliar.
NAC telah mengoperasikan data center berkapasitas 6 megawatt dan mulai membukukan pendapatan sejak Mei 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, pendapatan NAC mencapai Rp11,84 miliar pada Mei dan meningkat menjadi Rp36,33 miliar pada Juni 2026.
MGLV berencana menambah kapasitas pusat data melalui NAC dan NGC untuk melayani kebutuhan penyimpanan, pengelolaan, serta pemrosesan data. Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung cloud computing, AI, dan berbagai kebutuhan digital berkapasitas tinggi.
Melepas 13 Anak Perusahaan Lama
Transformasi tersebut juga ditandai dengan pelepasan bisnis lama. Pada 8 September 2026, MGLV menjual seluruh sahamnya pada 13 anak perusahaan kepada PT Trijaya Wisesa Makmur.
Nilai penjualan 13 anak perusahaan itu mencapai Rp121,47 miliar. Perseroan juga mengalihkan aset dan kewajiban tertentu kepada perusahaan yang sama dengan nilai transaksi Rp1,91 miliar.
Setelah transaksi diselesaikan, MGLV tidak lagi menjadi pemegang saham pada 13 perusahaan tersebut. Perseroan selanjutnya memusatkan sumber daya dan investasinya pada pengembangan infrastruktur digital dan data center.
Perubahan arah bisnis berlangsung ketika kinerja bisnis lama mengalami tekanan. Pada semester pertama 2026, MGLV mencatatkan pendapatan Rp26,14 miliar dan rugi bersih Rp14,10 miliar.
Akuisisi NAC dan NGC diharapkan menjadi sumber pendapatan baru bagi perseroan. Namun, kontribusinya terhadap kinerja konsolidasian MGLV baru akan terlihat setelah kedua perusahaan tersebut masuk ke dalam laporan keuangan grup.
Siapkan Rights Issue dan Pinjaman Pemegang Saham
Untuk mendukung ekspansi, MGLV berencana menerbitkan maksimal 285,73 juta saham baru melalui rights issue.
Dalam proforma yang disampaikan kepada pemegang saham, perseroan menggunakan asumsi harga pelaksanaan Rp8.400 per saham. Dengan asumsi tersebut, MGLV berpotensi memperoleh dana sekitar Rp2,4 triliun.
Harga pelaksanaan final, rasio hak memesan efek terlebih dahulu, dan jadwal rights issue belum ditetapkan. Rencana tersebut juga masih memerlukan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.
Selain rights issue, MGLV memperoleh persetujuan untuk menerima fasilitas pinjaman pemegang saham dari Nextier Datamate Center dengan plafon maksimal Rp4 triliun dan bunga 7 persen per tahun. Fasilitas tersebut disiapkan untuk membiayai pengembangan proyek data center secara bertahap.
Kombinasi akuisisi perusahaan data center, pelepasan bisnis lama, serta rencana pendanaan tersebut menunjukkan perubahan skala dan arah usaha MGLV secara menyeluruh.
Perdagangan MGLV Disuspensi BEI
Di tengah kenaikan harga yang tajam, Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham MGLV mulai sesi pertama pada Rabu, 9 September 2026.
Suspensi berlaku di pasar reguler dan pasar tunai karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
BEI menyatakan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah cooling down dan perlindungan bagi investor. Suspensi juga memberikan waktu kepada pelaku pasar untuk mempertimbangkan keterbukaan informasi perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan demikian, harga terakhir MGLV masih tercatat Rp14.850 per saham pada penutupan 8 September 2026. Bursa belum menyampaikan dalam informasi yang tersedia kapan perdagangan saham MGLV akan kembali dibuka.
Masuknya Boy Thohir menambah perhatian terhadap MGLV di tengah transformasi perusahaan menuju sektor data center. Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati detail transaksi pembelian saham Boy, pelaksanaan rights issue, realisasi ekspansi kapasitas, serta kontribusi bisnis baru terhadap pendapatan dan laba perseroan.( tim/red)


















