Klikfakta.id, TERNATE – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara (Malut) mulai melakukan penyelidikan insiden ledakan speedboat RIB 04 milik Basarnas Ternate, yang menewaskan 3 kru serta Jurnalis Metro TV, saat melaksanakan operasi SAR terhadap dua nelayan yang mengalami mati mesin di perairan Gita pada 3 Februari 2025.
Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku Utara, Kombes Pol Azhari Djuanda yang dikonfirmasi mengaku, sejumlah pihak aka diundang untuk dimintai keterangan, terutama tim SAR yang selamat dalam insiden tersebut.
“Jadi Basarnas yang akan kita ambil keterangan, terutama korban selamat, tapi permintaan keterangan ini hanya sebatas klarifikasi, karena masih penyelidikan bukan penyidikan,” terang Azhari ketika dikonfirmasi pada Rabu 19 Februari 2025.
Selain mengambil keterangan klarifikasi kepada sejumlah pihak atas insiden tersebut, tim penyidik juga akan melakukan pengecekan bangkai RIB yang saat ini sudah berada di kantor Basarnas.
“Itu juga akan dilihat lagi, karena ini kita baru mulai penyelidikan, apalagi korban yang akan mintai keterangan ada yang sudah sembuh dan masih dirawat termasuk anggota kita (Ditpolairud) dalam operasi SAR ,” katanya. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Saha Buamona














