banner 468x60 banner 468x60

STAI Babussalam Terjunkan 65 Mahasiswa KKLI di Sula dan Taliabu

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula ( foto : Maluttimes)

Klikfakta.id, KEPSUL – Sebanyak 65 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan Integratif (KKLI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula Maluku Utara, tahun akademik 2025-2026 diturunkan untuk melaksanakan pengabdian terhadap masyarakat, pada Senin (19/04/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa yang berasal dari jurusan Tarbiyah dan Syariah akan ditempatkan di sejumlah desa yang tersebar di dua kabupaten, yakni Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu.

Ketua STAI Babussalam Sula Maluku Utara, DR. Sahrul Takim kepada Klikfakta.id mengatakan bahwa, Kegiatan KKLI ini direncanakan berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak mahasiswa ditempatkan di lokasi masing-masing hingga proses penarikan kembali ke kampus.

“Ini merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, ” jelasnya.

“Melalui KKLI, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman serta realitas sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan, pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata. Mahasiswa diminta untuk menjaga nama baik almamater serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah selama berada di lokasi pengabdian.

Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan solusi, meskipun sederhana, namun memiliki dampak yang nyata dan berkelanjutan, ” pesannya.

Ketua STAI juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, dosen pembimbing lapangan, serta pemerintah daerah dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program KKLI.

Sahrul berharap, Program KKLI ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual yang tinggi.

“Saya berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab serta memperoleh pengalaman berharga selama berada di tengah masyarakat, ” pintanya.

Adapun lokasi penempatan mahasiswa meliputi lima desa di wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, yaitu Desa Waigoi, Waisepa, Baleha, Wainib, dan Waigai.

Sementara itu, satu desa lainnya berada di Kabupaten Pulau Taliabu, yakni Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat.

Selain itu, sebagian mahasiswa juga ditempatkan di lingkungan kampus untuk melaksanakan program berbasis institusi. ***

Editor    : Redaksi

Pewarta : Sudirman Umawaitina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page