Klikfakta. id, HALSEL – Penambangan emas tanpa izin( PETI) yang terletak di Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kembali menelan korban jiwa pada Selasa 18 Agustus 2026.
Korban diketahui warga asal Gorontalo yang diduga meninggal dunia karena tersengat aliran listrik dari jaringan instalasi kelistrikan yang terhubung ke area kerja lubang galian.
Penyebab meninggalnya korban diduga akibat kondisi lingkungan tambang bawah tanah yang lembap dan basah mempercepat adanya arus listrik, hingga korban tak dapat menyelamatkan diri saat terjadi kontak listrik.
Insiden meninggalnya korban terjadi di lubang tambang yang diduga milik seorang pensiunan anggota kepolisian Hi. Sarifudin.
Diketahui aktifitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut diduga pernah dipasang garis polisi, namun anehnya tetap beroperasi.
Pasca kejadian, korban langsung dievakuasi oleh rekan-rekannya sesama penambang dari dalam lubang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan melalui Kasa Reskrim IPTU Wahyu yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
Wahyu memastikan insiden yang menelan korban jiwa itu sementara masih dalam penyelidikan.
“Masih pemeriksaan saksi-saksi, kami jsudah melakukan pengecekan TKP,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Kamis (20/8/2026).
Ditanya aktivitas tambang ilegal itu apakah pernah dipolice line, Wahyu enggan memberikan penjelasan hingga berita ini ditayang.
Sebelumnya, pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 08:00 WIT seorang warga Desa Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan Aswin Mansur, diduga menjadi korban luka berat di pertambangan emas yang diduga tanpa izin di Desa Anggai.
Korban yang diketahui karyawannya Agil Subur. Korban mengalami kecelakaan saat mengambil material emas pada malam hari hingga insiden tak terduga terjadi secara tiba-tiba.
Menurut warga sekitar, korban lebih dari satu orang. Satu diantaranya patah tulang dibagian leher sehingga dilarikan ke RSUD Obi. Namun dilanjutkan di RSUD Labuha.
“Korban ada dua orang, satu diantaranya Warga Bahu dan satu lagi kritis, karena patah tulang dibagian leher sehingga dilarikan ke rumah sakit Obi tadi malam, paginya dibwah ke RSUD Labuha,” ungkapya.
Bahkan Kades Bahu Badar Abas juga membenarkan insiden yang dialami warganya itu.
“Iya benar, tadi malam saya punya warga yang mengalami kecelakaan di tambang Anggai. Informasi yang saya terima korban luka dibagian kaki dan bahu,” terangnya.
Terpisah Agil Subur yang membenarkan bahwa karyawannya mengalami kecelakaan, namun korban dalam kondisi sehat.
“Iya korban saya punya karyawan. Dia sempat saya periksa tadi malam, tapi kondisinya sehat sehat saja,” kata Agil
Menurut Agil, kecelakaan terjadi saat korban bersama rekan rekannya berada dalam lobang mengambil material emas.
“Korban bersama temannya dalam lobang, yang Jarak sekitar satu meter dari dasar dipasang papan, di atasnya ada beberapa karung material emas. Korban sempat naik dan papannya patah sehingga korban terjatuh,” bebernya.
Agil menegaskan bahwa korban dalam kondisi sehat dan tidak mengalami cedera.
“Kalau ada isu yang sebut korban di rawat di rumah sakit, itu tidak benar karena korban dalam kondisi baik dan tidak cacat,” tukasnya. (sah/red)


















