Klikfakta.id,TANIMBAR – Warga Desa Watmasa, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar menduga adanya dugaan korupsi dana program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarkat atau Pamsimas.
Ini menyusul proyek yang menelan anggaran senilai Rp400 juta tahun 2017 tersebut hingga saat ini tak kunjung dinikmati masyarakat.
Hampir 9 tahun berlalu, hingga September 2026 sarana air bersih yang dijanjikan program tersebut tidak pernah terwujud.
Di lapangan tidak ditemukan satupun infrastruktur Pamsimas seperti bak penampung, jaringan perpipaan, maupun sumber mata air yang dikelola.
“Dana 400 juta itu cair tahun 2017. Tapi buktinya nihil. Kami duga kuat uang itu sudah dibagi habis oleh para penanggung jawab. Sampai sekarang kami masih kesulitan air bersih,” ungkap warga Desa Watmasa.
Warga Minta Diusut Tuntas
Atas kondisi ini, warga mendesak Inspektorat Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan BPK segera melakukan audit. Warga juga meminta Kejaksaan Negeri Saumlaki dan Polres Kepulauan Tanimbar untuk segera melakukan penyelidikan dan memanggil para pihak yang terlibat sebagai penanggung jawab kegiatan Pamsimas 2017.
“Ini uang negara. Ini hak dasar kami. Kami minta aparat hukum usut tuntas. Jangan sampai kasus ini dikubur,” tegas warga.
Hingga berita ini ditayang, pihak Pemerintah Desa Watmasa dan dinas terkait belum memberikan klarifikasi.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan diduga merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah. (seb/red)


















