14 Pasis Dikreg Seskoad LXVIII Teliti Kesiapan Yonif 132/BS Tangani Karhutla di KamparĀ 

Saha Buamona Klikfakta.id

Klikfakta.id, KAMPAR — Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad LXVIII menggelar pengumpulan data dan penelitian terkait kesiapan serta pembinaan satuan Yonif 132/BS dalam penanganan maupun mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam kegiatan tersebut, para Pasis didampingi Kolonel Kav Danon Wahyu Sejati, pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan satuan, pola pembinaan, serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Kampar.

Kolonel Kav Danon Wahyu Sejati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat sejauh mana kesiapan satuan dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla.

ā€œPenanganan Karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, aparat terkait dan masyarakat, mulai dari upaya pencegahan hingga penanggulangan di lapangan,ā€ ujarnya.

Menurutnya, langkah pencegahan menjadi perhatian utama karena Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan persoalan kesehatan maupun sosial.

ā€œYang paling utama adalah bagaimana kita membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh komponen,ā€ katanya.

Selanjutnya, para Pasis berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah.Ā 

Koordinasi tersebut difokuskan pengumpulan data dan penelitian mengenai penanganan serta strategi mitigasi Karhutla di wilayah Kabupaten Kampar.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kampar di Kecamatan Rimbo Pajang.

 

Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan pemasangan papan peringatan yang berisi larangan pembakaran hutan dan lahan. Pemasangan papan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

Danon menambahkan, keberadaan papan peringatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar bersama-sama menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

ā€œEdukasi dan pencegahan harus terus dilakukan. Masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla,ā€ ujarnya.

Kegiatan penelitian dan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Forkopimda dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesiapsiagaan serta peran aktif seluruh komponen dapat semakin diperkuat, sehingga pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Kampar dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu dan efektif. (sah/red)Ā 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *