Klikfakta.id, TERNATE- Tes urine mendadak yang dilakukan oleh Polda Maluku Utara terhadap 27 warga adat Halmahera Timur yang mengggelar aksi menolak aktivitas tambang PT Position di Halmahera Timur, menuai sorotan praktisi h ukum Agus Salim R. Tampilang.
Menurut Agus, massa aksi yang diamankan, terkait dengan kasus dugaan pengancaman dengan senjata tajam (sajam), bukan dalam tindakan untuk penyelidikan dugaan tindak pidana narkotika.
Agus mengatakan, test urine memang sebuah kewenangan penyidik, namun harus dilihat lebih dulu apa masalahnya, sehingga hal itu dilakukan.
” Memang benar dalam Pasal 75 Undang – undang nomor 35 tahun 2009, sudah jelas mengatur kewenangan penyidik kepolisian maupun penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) berhak melakukan test urine, ” papar Agus.
“Tapi penyidik harus lihat mereka yang kena tangkap itu terkait masalah apa? kasus apa,” ujarnya, Jumat 23 Mei 2025.
Disinyalir, kata Agus, jika memang para pendemo tersebut diduga menggunakan narkoba lalu perlu dilakukan test urine, maka transparansi harus dikedepankan, karena kalau tidak, maka publik akan mecurigai.
“Artinya, polisi harus memiliki data sandingan untuk menguatkan, berupa keterangan saksi dan dokter bahwa hasil test urine terhadap 27 massa pendemo hasilnya 4 orang dinyatakan positif ganja, jika tidak, maka kinerja polisi patut diragukan,” cetusnya.
Dirinya menegaskan tidak mencurigai penyidik menjebak, akan tetapi harus transparan dan terbuka, agar segala sesuatu yang dilakukan penyidik untuk membuat terang suatu perkara itu bisa terang, hukum harus ditegakkan demi keadilan siapapun dia.
“Maka penyidik harus ada bukti atau data sandingan, jangan sampai peristiwa ini dibawa ke pengadilan, hakim juga akan bertanya, ini kan persoalannya lain bagaimana tiba-tiba timbul masalah ini,” pungkasnya.
Terpisah Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan setiap suatu kejadian patut diduga bahwa apakah orang-orang ini mabuk minuman keras atau narkoba, maupun seperti apa.
Sehingga Polda Malut melalui Ditresnarkoba melakukan tes urine, bisa juga cek darah, ternyata dugaan itu benar adanya, contohnya melihat orang ini agak aneh yah patut dicurigai, dan tidak hanya berlaku ke masyarakat saja, anggota polisi juga diberlakukan.
“Tes urine dilakukan oleh Dokter forensik kita, dan datanya sudah, jelas mereka ada yang terbukti positif narkoba,” singkatnya. ***
Editor : Redaksi
Pewarta : Saha Buamona














