banner 468x60 banner 468x60

Kapolda Malut Hadiri Panen Raya Jagung dan Peletakan Batu Pertama Gudang Penyimpanan

Klikfakta.id, TERNATE – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menghadiri panen raya jagung secara serentak kuartal II di Desa Oba, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis(5/6/2025) dalam rangka untuk mendukung program swasembada pangan secara nasional tahun 2025.

Selain panen raya, ada pula peletakan batu pertama pembangunan gudang penyimpanan jagung dan gabah di 18 lokasi dan 12 Polda diseluruh Indonesia.

Acara panen raya ini diikuti oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta beberapa menteri maupun Kapolda di Indonesia.

Selain Kapolda, turut hadir juga Wakapolda Brigjen Pol Stephen M. Napiun, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Malut dan sejumlah pejabat utama Polda serta Kapolresta Tidore Kepulauan, hingga para tokoh masyarakat setempat.

Irjen Pol Waris Agono mengatakan, Polri mendapat mandat dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk turut berperan dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya di sektor pertanian jagung.

“Untuk itu di Maluku Utara, kami mengelola lahan seluas 32 hektare yang dilakukan secara bertahap, pada kuartal kedua ini, sudah sekira 34 ton jagung kering berhasil dipanen,” ujar Waris ketika diwawancarai sejumlah media dilokasi panen jagung.

Ia juga menegaskan bahwa Polri hadir sebagai “polisi rakyat” yang artinya tidak hanya menjaga keamanan, akan tetapi juga untuk membantu para petani, terutama jika ada yang kendala dengan pemasaran hasil panennya.

“Kalau produksi tidak terserap di pasar, maka kami akan berkomunikasi dengan Bulog untuk menyerapnya, namun hingga saat ini jagung kering di pasar mencapai Rp 6.500 sampai Rp 7.000 per kilogram, artinya harganya lebih tinggi dari harga acuan pemerintah Rp 5.500, sehingga Bulog tidak menyerap,” jelasnya.

Dari 1 hektare lahan, lanjut Kapolda panen hari ini, tercatat dil 18 hektare lahan jagung yang dikelola oleh beberapa Polres di Maluku Utara.

“Saya berharap agar seluruh hasil panen bisa terserap, baik oleh pasar maupun Bulog,” pintanya.

Jenderal bintang dua itu juga mendorong kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pertanian di Provinsi Maluku Utara maupun Kabupaten dan Kota untuk mendukung kelompok tani dengan melakukan penyediaan sarana produksi.

“Tadi para petani ada yang menyampaikan kebutuhan bibit, pupuk pestisida, alat pengering, hingga mesin pemipil jagung, nah kalau Pemda tidak bisa dipenuhi, maka kami akan bantu sampaikan ke Kementerian Pertanian,” pungkasnya.

Sementara Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe ketika diwawancarai langsung memberikan apresiasi kepada Polda Malu atas peran dalam mendukung program pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita (Pemda) tentu sangat berkepentingan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, untuk itu kami akan terus memfasilitasi petani agar terus menanam jagung dan menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian,” ujarnya.

Wagub menambahkan, bahwa pemda rutin untuk membantu pengadaan bibit dan pupuk, namun terkait dengan alat mesin pertanian masih perlu diusulkan ke pemerintah pusat, karena memang berada di pusat.

“Mesin itu akan kita usulkan ke Jakarta dan diprioritaskan sesuai kebutuhan, karena tidak semua lahan membutuhkan mesin besa, ” pungkasnya. ***

Editor     : Redaksi

Pewarta : Saha Buamona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page