Gelar Aksi Unjuk Rasa, Ratusan Kader HMI Cabang Ternate Tuntut Bubarkan DPR RI dan Polri

Klikfakta.id, TERNATE– Ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate, Maluku Utara akan menggelar aksi unjuk rasa, pada Senin 1  September 2025 besok dengan tuntutan bubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Kepolisian Republik Indonesia atau Polri.

Aksi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Cabang HMI Ternate, Yusril Buang untuk menindaklanjuti bentuk respons atas krisis kepercayaan publik Indonesia terhadap DPR RI dan Polri

Ia menegaskan bahwa kedua institusi tersebut telah gagal menjalankan amanat konstitusional dan sudah kehilangan legitimasi moral di mata rakyat Indonesia, karena DPR dan Polri hari ini tidak lagi hadir sebagai pelindung dan wakil rakyat.

“Melainkan alat kekuasaan yang justru menindas masyarakat, olehnya itu, Kami (HMI) Cabang Ternate tegaskan bubarkan DPR dan Polri!” tegas Yusril, Ahad 31 Agustus 2025.

Menurutnya ratusan massa dari kader HMI se-Cabang Ternate akan bergerak menuju kantor DPRD setempat sebagai simbol perlawanan terhadap lembaga negara yang dinilai gagal menjaga amanah demokrasi dan keadilan.

“Kami akan menyampaikan sejumlah tuntutan yang disuarakan HMI Cabang Ternate dalam aksi tersebut,” tukasnya mengakhiri dengan menyebut tuntutan kami diantaranya:

1. Mendesak pengesahan UU Perampasan Aset untuk memberantas korupsi secara nyata.

2. Menuntut pencopotan Kapolri karena dinilai gagal menjaga integritas institusi dan membiarkan aparat menjadi mesin kekerasan.

3. Membebaskan aktivis lingkungan yang didikriminalisasi karena memperjuangkan ruang hidup rakyat.

4. Mendesak pencopotan Menteri Keuangan karena dianggap gagal menjaga kedaulatan fiskal negara.

5. Melakukan reformasi total UU Polri agar kepolisian kembali pada tugas utamanya sebagai pelindung rakyat.

6. Meminta Polri bertanggung jawab atas pembunuhan driver ojek online (ojol) sebagai bentuk akuntabilitas moral dan hukum.

Yusril menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk mengawal demokrasi dan memperjuangkan suara rakyat, karena sejarah mengajarkan bahwa mahasiswa adalah barisan terdepan dalam mengawal demokrasi.

“Kami hadir untuk menyuarakan suara rakyat yang dibungkam, menuntut keadilan yang dicederai, serta melawan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan, ” pungkasnya. ***

Editor     : Redaksi

Pewarta : Saha Buamona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page