Klikfakta.id, TERNATE – Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi kunjungan kerja (Kuker) ke pelabuhan Ferry Ternate, Maluku Utara di Kelurahan Bastiong, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.
Kunjungan Dudy itu hanya untuk memastikan kesiapan penyeberangan khusus kapal Ferry untuk melayani padatnya penumpang jelang perayaan Natal dan tahun baru 2026.
Kunker Dudy didampingi Dirjen Hubdat Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, Dirjen Hubla, Muhammad Masyhud, Dirjen Hubud, Lukman F. Laisa, serta Direktur Angkutan Jalan Dit Hubdat Rudi Irawan.
Kedatangan Dudy di Kawasan pelabuhan Ferry, Bastiong Ternate, Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 20:20 WIT disambut langsung General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate, Mushar Usman.
Amatan Klikfakta.id di lapangan Menhub Dudy Purwagandhi bersama rombongan pada saat menginjakkan kaki di kawasan pelabuhan Ferry Bastiong Ternate tidak didampingi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman.
Dudy langsung meninjau area pelabuhan mulai dari parkiran, jalur naik penumpang kapal ferry hingga terminal ASDP Ternate dan memantau aktivitas di pelabuhan sekaligus memberikan pengarahan terhadap seluruh pegawai ASDP Ternate dan jajaran KSOP.
Dudy ketika diwawancarai awak media mempersilahkan kepada Kepala KSOP Ternate, Rushan Muhammad, General Meneger PT ASDP Indonesia, Cabang Ternate Mushar Usman, dan Kepala Balai Transportasi Darat kelas II Provinsi Maluku Utara Joko Kusnanto.
Kepala KSOP Kelas II Ternate Rushan Muhammad menyampaikan bahwa pihaknya siap melakukan pelayanan pada momen Natal 2025 dan Tahun baru 2026 atau Nataru dengan 52 unit kapal penyebrangan dan Pelni.
“Kami sudah melaporkan ke Bapak Menteri ada 52 unit kapal yang siap operasi, itu terdiri dari 17 kapal penyeberangan dan 5 kapal Pelni,” ujar Rushan di hadapan Menhub didepan kantor ASDP cabang Ternate.
Di samping itu, Rushan menyatakan bahwa dari seluruh kapal yang beroperasi telah menjalani ramp check untuk memastikan kesiapan dan kelayakan pada pelayaran nanti karena selain kapal besar ada juga kapal kecil.
Kapal-kapal kecil, menurut Rushan, melayani rute Ternate–Sofifi, Rum, Jailolo, Batang Dua, Sanana, hingga Bitung juga telah dilakukan pemeriksaan.
“Mengingat, hal itu sejalan dengan perintah Pak Menteri kapal-kapal harus dilakukan ram cek sebelum berlayar sebab keselamatan itu adalah hal perlu diutamakan,” bebernya.
Disamping itu General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ternate Mushar Usman mengaku bahwa ASDP sudah menyampaikan beberapa masukan langsung ke pak Menhub.
Sebab wilayah Maluku Utara, kata Mashur terdiri dari ribuan pulau, tentu jangkauannya juga masih sangat minim dan belum terlayani.
“Keluhan ini sudah kami sampaikan ke Bapak Menteri soal status wilayah Maluku Utara,” kata Mushar Usman dihadapan Dudy Purwagandhi.
Selain itu, dihadapan Menhub, Mushar juga menyampaikan bahwa kelayakan armada agar kedepan bisa digantikan dengan kapal yang lebih besar.
“Ini juga kami sampaikan ke Bapak Menteri agar dievaluasi sehingga kedepan bisa menggantikan kapal besar guna menunjang pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Transportasi Darat Kelas II Provinsi Maluku Utara, Joko Kusnanto, menyampaikan bahwa BTD juga mendukung layanan di lapangan jikalau ada penambahan kalaupun kondisinya masyarakat sangat banyak.
“Kami siap jika ada penambahan kalau melihat kondisi banyak masyarakat, tentu kesiapan itu mulai dari penambahan trip, kapal pelabuhan semua pasti siap,” kata Joko.
Joko juga mengaku timnya selalu melakukan pengecekan terhadap semua fasilitas dan terdapat beberapa catatan untuk dibenahi. Salah satunya, pelayanan dan kenyamanan penumpang.
“Intinya semua tidak ada masalah dan siap melayani masyarakat jelang mudik nataru ini,” pungkasnya. (sah/red)















