banner 468x60

Polda Malut Masih Kekurangan 6.704 Personel

Ilustrasi Simulasi Pengamanan Aksi Unjuk Rasa oleh Personel Polda Malut

Klikfakta.id, SOFIFI — Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara mencatat adanya peningkatan jumlah personel sepanjang periode Januari hingga Desember 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, peningkatan tersebut dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan ideal organisasi kepolisian di wilayah Maluku Utara.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers rilis akhir tahun Polda Maluku Utara di Hotel Royal Mix, Sofifi, Selasa (30/12/2025), yang dipimpin langsung Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono.

Kapolda menyampaikan, hingga akhir tahun 2025 jumlah personel Polda Maluku Utara beserta seluruh jajaran Polres tercatat sebanyak 6.994 personel.

Jumlah tersebut mengalami penambahan 28 personel dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6.966 personel.

Meski mengalami peningkatan, Irjen Pol. Waris Agono menegaskan bahwa secara kuantitas kondisi personel Polda Maluku Utara masih jauh dari ideal.

“Meskipun terjadi peningkatan personel, secara kuantitas kondisi saat ini masih jauh dari kata ideal,” ujar Kapolda.

Berdasarkan Daftar Susunan Personel (DSP), idealnya Polda Maluku Utara memiliki 13.698 personel. Dengan jumlah aktual saat ini, Polda Maluku Utara masih mengalami kekurangan sekitar 6.704 personel atau 49 persen dari total kebutuhan.

Namun demikian, keterbatasan tersebut ditegaskan tidak menjadi penghalang bagi Polda Maluku Utara dalam menjalankan tugas dan fungsi kepolisian.

“Dengan segala keterbatasan personel yang ada, kami tetap berkomitmen menjalankan tugas secara maksimal serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Dari komposisi golongan, personel Polda Maluku Utara pada tahun 2025 masih didominasi oleh Bintara sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas di lapangan.

Adapun rinciannya sebagai berikut:

Bintara: 5.973 personel (85 persen)

Perwira Pertama (Pama): 612 personel (8,7 persen)

Tamtama: 213 personel (3 persen)

Perwira Menengah (Pamen): 100 personel (1,4 persen)

ASN Polri: 94 personel (1,3 persen)

Perwira Tinggi (Pati): 2 personel (0,02 persen)

Sementara itu, sebaran personel Polda Maluku Utara di Mapolda dan seluruh Polres jajaran adalah sebagai berikut:

Polda Maluku Utara: 3.007 personel (43 persen)

Polres Ternate: 569 personel (8,1 persen)

Polres Halmahera Utara: 476 personel (6,8 persen)

Polres Halmahera Selatan: 457 personel (6,5 persen)

Polresta Tidore Kepulauan: 419 personel (6 persen)

Polres Halmahera Barat: 358 personel (6 persen)

Polres Halmahera Tengah: 353 personel (5,1 persen)

Polres Kepulauan Sula: 391 personel (5,6 persen)

Polres Halmahera Timur: 329 personel (4,7 persen)

Polres Pulau Morotai: 327 personel (4,7 persen)

Polres Pulau Taliabu: 308 personel (4,4 persen)

Kapolda menilai, kesenjangan distribusi personel tersebut berdampak pada efektivitas operasional kepolisian, terutama karena konsentrasi personel masih cukup besar di Kota Ternate.

Kondisi ini juga dinilai berpengaruh terhadap kecepatan penanganan konflik sosial maupun bencana alam di wilayah lain, khususnya di Pulau Halmahera.

Sebagai langkah strategis, Polda Maluku Utara menilai pemindahan Markas Komando (Mako) Polda ke Sofifi, sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara juga salah satu solusi untuk memperkuat pelayanan dan respons kepolisian lintas wilayah.

“Pemindahan Polda Malut ke Sofifi merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah Pulau Halmahera,” pungkas Kapolda. (sah/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page