Klikfakta. id, TERNATE– Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara diminta agar segera memperlebar selokan air di RT 09/RW 05, Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.
Pasalnya, kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras, termasuk yang terjadi pada Senin (5/1/2026).
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Ternate, Senin pagi hingga Selasa (6/1/2026) menyebabkan sejumlah kelurahan terancam banjir.
Di Kelurahan Tafure, luapan air bahkan merendam rumah warga dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.
Salah satu warga Tafure, Aswan, mengatakan bahwa terjadinya banjir akibat karena ukuran selokan di permukiman yang dibangun oleh pemerintah itu terlalu kecil.
Saluran yang kecil, ditambah banyaknya sampah kiriman dari hulu menutup jalur aliran air menuju selokan didalam Mako Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku Utara.
“Saluran di dalam Mako Brimob itu besar karena dibuat oleh Brimob, tapi selokan di pemukiman warga yang sangat kecil. Ditambah lagi banyak sampah menumpuk, akhirnya air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Aswan.

Ia menambahkan, genangan air baru bisa surut setelah warga bersama personel Brimob membobol sebagian tembok untuk membuka jalur pembuangan air.
“Kemarin air sangat tinggi. Kami bersama anggota Brimob terpaksa membobol tembok agar air bisa cepat keluar dan surut,” katanya.
Aswan juga menyebutkan bahwa Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, sempat meninjau langsung lokasi banjir tersebut.
“Dengan peninjauan Pak Wali Kota, kami berharap selokan di pemukiman ini bisa diperlebar agar banjir tidak terulang saat hujan deras,” harapnya.
Ia pun mengapresiasi respons cepat personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku Utara yang langsung turun tangan membantu warga.
“Kami berterima kasih kepada personel Brimob yang sigap membersihkan selokan dan membantu warga membersihkan rumah yang terendam,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Batalyon (Danyon) A Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku Utara, Kompol Reinaldo Talo Bulo, menjelaskan bahwa saluran air dari dalam Mako Brimob memang terhubung langsung ke pemukiman warga.
Namun, tingginya debit air hujan serta banyaknya sampah rumah tangga menyebabkan selokan kecil di pemukiman warga tersumbat dan akhirnya meluap.
“Saluran air tetap tersambung dari luar ke dalam Mako. Masalahnya, sampah terlalu banyak dan ukuran selokan di pemukiman warga kecil, sehingga air meluap,” jelasnya.
Menurut Danyon, pihaknya telah mengerahkan seluruh personel untuk membantu penanganan pascabanjir.
“Semua anggota kami turunkan ke lapangan. Selain membersihkan sampah di selokan, kami juga membantu membersihkan rumah warga yang sempat terendam,” ujarnya.
Ia menegaskan, personel Brimob akan terus melakukan pemantauan di lokasi tersebut, terutama selama musim hujan masih berlangsung.
“Hujan masih terus terjadi, sehingga anggota tetap kami siagakan untuk memantau kondisi di lapangan,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, saat proses pembersihan selokan ditemukan berbagai jenis sampah yang menyumbat aliran air, mulai dari televisi rusak, drum, ranting kayu, hingga sampah rumah tangga.
Selain itu, minimnya tempat penampungan sampah di kawasan tersebut juga dinilai menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir. (sah/red)













