Bos Tambang dan Official Malut United Intimidasi Wartawan Saat Liputan di Stadion Ternate

Foto : istimewa

Klikfakta.id, TERNATE — Sejumlah wartawan yang melaksanakan tugas liputan pertandingan BRI Super League di Stadion Kie Raha, Ternate Maluku Utara diduga mendapat perlakuan tidak wajar dari Bos Malut United David Glen Oei.

Selain David dugaan intimidasi juga diduga dilakukan oleh seorang pria yang disebut sebagai official tim Malut United.

Peristiwa itu terjadi usai pertandingan antara Malut United dan PSM Makassar, pada Sabtu (7/3/2026). Saat itu salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate tengah mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan setelah laga berakhir.

Namun pria yang diduga official dari tim Malut United itu mendatangi wartawan dan meminta agar rekaman video tersebut dihapus, bahkan diduga intimidasi terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan.

“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriak pria tersebut dengan memprovokasi sejumlah suporter yang berada di sekitar lokasi.

Tidak hanya itu, pria tersebut juga meminta ke steward stadion mengusir sejumlah jurnalis dari area tribun, meskipun para jurnalis itu diketahui menggunakan ID Card resmi dari Super League.

Dalam peristiwa tersebut, pemilik utama atau Bos Malut United FC, David Glen Oei, yang berada di lokasi juga sempat menegur para wartawan.

“Kamu dari mana. Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami,” kata David yang juga pemilik perusahaan tambang PT. Mineral Trobos di Pulau Gebe, Halmahera Tengah kepada wartawan yang berada di lokasi kejadian.

Pimpinan media Halmahera Post, Firjal usdek yang turut berada di lokasi mengaku kecewa dengan perlakuan yang diterima para jurnalis.

Menurutnya, keberadaan wartawan di area tribun saat pertandingan berlangsung masih sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami di tribun menggunakan ID Card lengkap, kami juga tidak keluar batas,” ujar Firjal.

Ia menegaskan, tindakan intimidasi yang telah meminta wartawan menghapus rekaman video merupakan bentuk investigasi terhadap kerja jurnalistik dan sangat bertentangan dengan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Kami sangat kecewa atas tindakan yang telah kami terima malam ini,” tegasnya.

Sebagai informasi bahwa pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Kie Raha tersebut berakhir imbang. Malut United tampil sebagai tuan rumah harus berbagi poin dengan tim tamu PSM Makassar. (sah/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page