Klikfakta.id, HALTENG — Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono, tangis haru yang pecah di tengah ribuan warga setelah resmi damainya konflik antara Desa Sibenpopo dan Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Selasa (7/4/2026).
Suasana yang sebelumnya dipenuhi ketegangan saat ini berubah drastis menjadi penuh keikhlasan antara Warga kedua desa itu tampak saling berpelukan dan berjabat tangan, menandai bahwa berakhirnya perselisihan yang sempat memicu keretakan hubungan sosial.
Momen emosional itu menjadi titik dibaliknya kepentingan kedua belah pihak untuk kembali merajut persaudaraan yang sempat terganggu dalam beberapa hari terakhir kemarin.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono menyampaikan, perdamaian yang tercapai itu merupakan hasil kesadaran bersama antara warga masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan.
“Konflik ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jangan sampai perbedaan memecah persaudaraan yang sudah lama terjalin,” ujar Irjen Waris.
Jenderal bintang dua di Polda Maluku Utara itu juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai kearifan lokal di wilayah Maluku Utara, yang khususnya fagogoru, sebagai landasan hidup rukun dan damai di tengah masyarakat.
Menurutnya, menjaga silaturahmi adalah tanggung jawab bersama. Setiap persoalan harus diselesaikan dengan kepala dingin, mengedepankan musyawarah dengan adanya semangat kekeluargaan.
“Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, kami berharap warga tidak ada konflik yang serupa di kemudian hari. Karena kedua desa itu sudah komitmen memperkuat komunikasi dan membangun kembali kepercayaan yang sempat goyah,” harapannya.
Harapan baru tumbuh di tengah masyarakat. Warga Sibenpopo dan Banemo bersepakat membuka lembaran baru untuk hidup rukun dan berdampingan secara damai, serta penuh ketenteraman. (sah/red)













