banner 468x60 banner 468x60

Aparat Dinilai Tak Berdaya Atas Kasus Pembunuhan di Hutan Halteng-HaltimĀ 

Konflik antar dua Desa di wilayah Halmahera Tengah( foto : istimewa)

Klikfakta.id, JAKARTA — Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (Formapas) di Jakarta mengecam rentetan aksi pembunuhan dan percobaan pembunuhan yang terjadi di wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.

Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (Formapas Malut) Riswan Sanun, mengecam keras rentetan aksi pembunuhan dan percobaan pembunuhan yang terus terjadi di wilayah hutan Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.

Berdasarkan data yang dikantongi Formapas Maluku Utara di Jakarta peristiwa yang beredar di publik, aksi kekerasan oleh orang tak dikenal (OTK) telah berlangsung sejak tahun 1985 hingga 2026.

Aksi tersebut dengan korban jiwa yang terus berjatuhan serta sejumlah warga menjadi target teror dan percobaan pembunuhan. Tragedi terbaru bahkan kembali menelan korban jiwa pada 2 April 2026 di wilayah Patani Barat.

Ketua Umum Pengurus Pusat Formapas Maluku Utara di Jakarta Riswan Sanun menilai, rentetan peristiwa berdarah ini menunjukkan lemahnya kehadiran Negara dalam menjamin keamanan warganya.

ā€œIni bukan lagi kasus kriminal biasa. tragedi kemanusiaan yang terjadi berulang-ulang selama puluhan tahun. Negara harus hadir, aparat penegak hukum, terlihat tidak berdaya menghadapi teror yang terus menghantui masyarakat,ā€ tegasnya, Ahad (12/4/2026).

Menurutnya, kegagalan dalam mengungkap pelaku serta mencegah kejadian berulang merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak bisa terus ditoleransi.

Ia menilai, situasi ini telah menciptakan rasa takut berkepanjangan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman hutan Halteng dan Haltim.

Atas nama Formapas Maluku Utara di Jakarta Riswan mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur, termasuk :

* Membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian kasus pembunuhan. * Menempatkan personel keamanan secara permanen di wilayah rawan konflik dan pembunuhan * Mengungkap identitas dan jaringan pelaku OTK yang selama ini beroperasi Hutan Halteng dan Haltim

ā€œKalau ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap aparat akan runtuh. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Ini soal nyawa manusia,ā€ lanjut Riswan.

Pihaknya juga meminta perhatian serius dari pemerintah pusat agar tidak menganggap persoalan ini sebagai kasus lokal semata.

Menurutnya, pola kejadian yang berulang dan terorganisir mengindikasikan adanya persoalan yang lebih besar, untuk itu harus segera diungkap.

FORMAPAS Maluku Utara juga menyerukan solidaritas dan perhatian nasional terhadap penderitaan masyarakat di Halteng dan Haltim.

ā€œMasyarakat butuh keamanan, bukan janji. Hentikan teror OTK sekarang juga dan selamatkan warga kami,” pungkasnya. (sah/red)Ā   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page