Klikfakta.id, HALTENG — Polres Halmahera Tengah, Maluku Utara melakukan penyelidikan dugaan keracunan makanan puluhan karyawan PT. Temporess International Divelery (TID) yang beroperasi di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.
Pasalnya sebanyak 69 orang karyawan PT. TID dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi makanan yang disajikan oleh pihak perusahaan, pada Minggu (3/5/2026) yang diduga melalui vendor PT Danis Indo Service.
Berdasarkan informasi yang diterima sebanyak 49 karyawan telah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sagea, sementara 20 orang lainnya ditangani tim medis internal PT TID.
PT. TID adalah salah satu perusahaan yang diduga merupakan subkon dengan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Lelilef, Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah.
Kepala Kepolisian (Kapolres) Halmahera Tengah AKBP Fiat Dedawanto melalui Kasi Humas IPTU Amir Manmud ketika dikonfirmasi Klikfakta.id, Senin (4/5/2026) membenarkan adanya dugaan keracunan makanan tersebut.
IPTU Amir mengatakan sejumlah karyawan yang mengalami keracunan makanan tersebut telah ditangani langsung Dinas Kesehatan melalui tenaga medis di Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan.
“Sudah ditangani, karena setelah mendapatkan informasi (tadi malam) dari dinas kesehatan Halmahera Tengah turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap karyawan yang diduga mengalami keracunan makanan” ujarnya.
IPTU Amir menegaskan bahwa untuk dugaan kasus tersebut saat ini tengah ditangani dan dilakukan penyelidikan oleh tim oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Tengah.
“Sudah ditangani, penyidik sudah melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk karyawan yang diduga mengalami keracunan makanan,” tegasnya.
Meski telah dilakukan pemeriksaan terhadap karyawan yang keracunan, namun untuk hasil pemeriksaan apakah memeng benar adanya keracunan makanan atau tidak, pihaknya mengaku belum mengetahui hasil penyelidikan.
“Hasilnya itu tunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium, apakah makanan yang karyawan konsumsi itu mengandung racun atau tidak,” pungkasnya.
Dugaan keracunan  makanan yang dialami oleh karyawan PT TID diduga kuat telah terjadi berulang kali.(sah/red)














