Klikfakta.id, KEPSUL – Sebanyak 310 orang peserta Gabalil Hai Sua (Keliling Tanah Sula), yang terdiri dari 31 tim dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, M. Saleh Marasabessy, bertajuk “Ritual Budaya dan Kearifan Lokal” yang berlangsung di depan Benteng De Verwacthing Sanana, pada Sabtu (2/5/2026).
Peserta Gabalil Hai Sua akan menempuh jarak kurang lebih 138 km, dengan melintasi 41 desa yang ada di pulau Sulabesi.
Wakil Bupati Sula, M. Saleh Marasabessy dalam kesempatan tersebutĀ menyampaikanĀ bahwa, hari ini adalah hari yang istimewa bagi kita semua. Kita berkumpul dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Sanana serta Hari Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Sula ke-23, melalui sebuah kegiatan budaya yang sangat bermakna, yaitu Gabalil Hai Sua (Keliling Tanah Sula).
“Saya merasa bahagia melihat begitu banyak masyarakat hadir dengan semangat, dengan wajah-wajah penuh kebanggaan, dan dengan rasa cinta yang besar terhadap budaya daerahnya sendiri. Kehadiran bapak ibu, saudara-saudari sekalian menjadi bukti bahwa adat dan tradisi tetap hidup kuat di tengah masyarakat Kepulauan Sula, ” ungkap Wabup.
Dijelaskan, gabalil hai sua bukan sekedar kegiatan berjalan kaki mengelilingi pulau sulabesi. Lebih dari itu, tradisi ini adalah jejak cinta para leluhur kepada tanah ini.
Tradisi ini mengajarkan kita tentang kebersamaan, keteguhan hati, persaudaraan, serta semangat untuk terus melangkah bersama menghadapi berbagai tantangan zaman.
Wabup juga menjelaskan bahwa, Gabalil berarti berjalan keliling, Hai berarti tanah, dan Sua merujuk pada Sula.
Maka setiap langkah dalam tradisi ini sesungguhnya adalah langkah cinta kepada negeri sendiri, langkah hormat kepada sejarah, dan langkah persatuan menuju masa depan yang lebih baik.
“Kita semua patut berbangga, karena Gabalil Hai Sua kini telah dilindungi sebagai Pengetahuan Tradisional oleh negara. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa budaya masyarakat Kepulauan Sula memiliki nilai luhur dan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya bangsa Indonesia. Namun tanggung jawab terbesar untuk menjaganya tetap berada di tangan kita semua, ” pesannya.
Ia mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk bangga menjadi anak daerah. Bangga dengan adatnya, bangga dengan budayanya, bangga dengan identitasnya.
“Jangan sampai warisan besar ini hanya tinggal cerita, tetapi harus terus hidup dalam hati dan kehidupan masyarakat kita, ” imbuhnya.
Pemerintah daerah. Lanjut wabup, akan terus hadir dan berkomitmen mendukung pelestarian budaya daerah.
“Kami percaya, daerah yang maju bukanlah daerah yang meninggalkan akar budayanya, tetapi daerah yang tumbuh besar sambil tetap menjaga jati dirinya,”
Wabup juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada panitia pelaksana serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan Gabalil Hai Sua.
“Semoga segala tenaga, pikiran, dan kebersamaan yang diberikan menjadi amal baik serta membawa manfaat besar bagi daerah kita tercinta, ” ucapnya.
“Mari kita sukseskan seluruh rangkaian kegiatan ini dengan menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, dan semangat persaudaraan. Jadikan momentum ini sebagai ruang silaturahmi, ruang kebanggaan budaya, dan ruang untuk menguatkan persatuan masyarakat Kepulauan Sula, ” pungkasnya. ***
EditorĀ Ā Ā Ā Ā : Redaksi
PewartaĀ : Sudirman Umawaitina














