Dampak Blackout Dirut PLNĀ  Darmawan Prasodjo Diminta Mundur Bukan Minta Maaf

Foto : istimewa

Klikfakta.id‘ Kinerja Darmawan Prasodjo terus disorot publik. Desakan mundur dari jabatannya selama 6 tahun sebagai Dirut PT PLN (Persero) kian kencang dampak blackout (pemadaman listrik total) di sejumlah wilayah Sumatera yakni Sumut, Sumbar, Sumsel, Bengkulu, Kepulauan Riau, Batam, Riau, Aceh, Jambi, Lampung dan lainnya.

Belakangan beredar narasi yang menyebut PLN merugi Rp4,3 triliun pada tahun 2025.

Sorotan tajam terkait kinerja Darmawan Prasodjo datang dari Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah).

“Dia (Darmawan) sudah tak layak lagi memimpin PLN. Apalagi sudah terlalu lama menjabat, 6 tahun. Harus dipecat,” kata Ketua Umum Jaga Marwah Edison Tamba di Jakarta, Minggu (24/05/2026).

Sebelum Darmawan dipecat, kata Edison yang akrab disapa Edoy, PLN harus memberikan kompensasi ganti rugi miliaran rupiah ke masyarakat terdampak blackout.

“Bukan minta maaf soal blackout, tapi dia harus mundur dari jabatannya atau dipecat. Kok masyarakat telat dikit bayar tagihan rekening langsung main putus. Kok giliran PLN yang bikin rugi masyarakat hanya bisa minta maaf. Jangan seenak udelnya aja,” kata Edison.

Edison juga mendapat kabar dari internal PLN yang menarasikan kalau perusahaan plat merah itu merugi Rp4,3 triliun pada tahun 2025.

“Kabar ini agak kontradiktif disaat PLN menebar framing bahwa Laporan Keuangan tahun 2025 perusahaan tersebut untung Rp7 triliun, namun dalam dua hari terakhir justeru para pegawai keresahan menyusul beredar luasnya narasi berantai terkait kondisi PLN saat ini,” kata Edoy.

Bahkan, Edoy mendapat kabar di kalangan elit PLN meminta pejabat di sana untuk meningkatkan kepedulian dalam pengendalian anggaran terkait kondisi PLN saat ini.

Kuat dugaan, kata Edoy, pesan yang diedarkan jajaran direksi perusahaan bocor ke publik meski dikabarkan awalnya hanya untuk kalangan internal.

ā€œOleh karena itu, Dirut PLN Wajib Mundur, serta rakyat terdampak harus gugat PLN.Apakagi Pedagang Jual Ikan Hias serta industri lainnyaā€pungkas Edoy.(tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page