Kopdes Merah Putih Dibayangi Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, sang Menteri Koperasi Malah Ngaku Tak Tahu

Dok (Instagram.com/@sukabumiupdate)

Klikfakta.id— Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti isu pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun dalam proyek Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Sebelumnya, beredar anggapan terkait anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan tersebut tidak sejalan dengan efisiensi yang tengah digencarkan pemerintah.

Setelah ramainya isu tersebut, Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono kini angkat bicara soal isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun itu dalam proyek Kopdes Merah Putih.

Ferry mengklaim, pengadaan tersebut bukan dilakukan oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop). 

Oleh karena itu, sang Menkop mengaku tidak mengetahui secara pasti informasi yang beredar mengenai proyek tersebut.

“Kemudian juga soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kan pengadaannya bukan di kami,” ujar Ferry dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis, 16 Juli 2026.

Menkop Dicecar DPR

Mulanya, dalam rapat itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam juga mempertanyakan kebenaran kabar pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai mencapai Rp1,8 triliun.

Menurut Mufti, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah mengenai pengadaan tersebut.

“Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta dengan nilainya Rp1,8 triliun,” kata Mufti.

“Lalu dari isu ini kami mencari informasi, tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini,” ujar Mufti dalam rapat tersebut.

Harga Pasaran Jadi Sorotan

DPR lantas menilai anggaran yang beredar tidak sejalan dengan harga kipas angin di pasaran. 

Terlebih, Mufti menilai hal itu berdasarkan penelusurannya di sejumlah platform perdagangan elektronik, kipas angin berdiri dari merek ternama dijual sekitar Rp300 ribu hingga Rp338 ribu per unit.

“Artinya, kalau pemerintah beli dalam jumlah ribuan, bahkan 1,8 juta,” sebut Mufti 

“Pastinya jauh lebih murah dari Rp300 ribu yang kita temukan di e-commerce,” sambungnya.

Ada Dugaan Merek Senilai Belasan Juta

Terkait isu pengadaan itu, Ferry kemudian mencontohkan apabila kipas angin yang dimaksud merupakan tipe tertentu, seperti Imatsu MDF.

Menkop menilai, harganya memang bisa mencapai belasan juta rupiah per unit.

“Rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di e-commerce ini Rp11.464.000,” beber Ferry. 

Kendati demikian, Ferry tidak menjelaskan lebih lanjut terkait merek kipas angin dalam isu pengadaan Kopdes Merah Putih tersebut.

“Itu saya enggak tahu persis,” imbuhnya.

Berkaca dari hal itu, ramainya sorotan publik atas isu tersebut menjadikan sistem keterbukaan informasi Kopdes Merah Putih kian dipertanyakan.

Fungsi Simkopdes Dipertanyakan

Dalam kesempatan yang sama, Mufti juga meminta pemerintah membuka informasi pengadaan barang untuk Kopdes Merah Putih melalui dashboard yang dapat diakses publik.

Menanggapi hal itu, Menkop Ferry menyebut pihaknya telah memiliki Sistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) yang dapat menampilkan informasi mengenai bantuan barang yang diterima koperasi.

“Di Simkopdes kami itu sekarang sudah bisa memperlihatkan dashboard-nya,” beber Ferry.

Ferry menambahkan, sistem tersebut juga akan menampilkan besaran bantuan barang yang telah diterima masing-masing koperasi sehingga proses penyalurannya dapat dipantau.

“(Termasuk) berapa jumlah barang-barang subsidi yang diterima oleh Koperasi Desa Merah Putih,” pungkasnya.(tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page