Klikfakta.id, TERNATE — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman serius di Maluku Utara selama musim kemarau, Polda Maluku Utara sendiri mencatat sedikitnya 130 titik kebakaran yang disejumlah wilayah dengan luas lahan terdampak mencapai 458,76 hektare.
Meski jumlah titik kebakaran cukup tinggi, namun hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat Karhutla tersebut.
Data itu disampaikan oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Maluku Utara, Kombes Pol Moch Irvan, saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Irvan mengatakan, tingginya potensi Karhutla selama musim kemarau seharusnya menjadi perhatian seluruh pihak, sebab kebakaran tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi jmengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas sosial, hingga perekonomian.
āSalah satu langkah sederhana namun sangat penting adalah menghindari pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar,ā ujar Kombes Irvan.
Menurutnya, kebiasaan membakar sampah secara sembarangan juga harus dihentikan, terutama saat kondisi panas dan kering, karena kondisi tersebut dapat membuat api lebih cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
Ia menegaskan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab kepada pemerintah maupun aparat, tapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat.Ā
“Untuk itu kami mengajak kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api,ā ujarnya.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, kata Irvan, kepolisian melalui Polda Maluku Utara terus mendorong peningkatan patroli dan pemantauan di wilayah yang memiliki potensi kerawanan Karhutla.
Upaya tersebut, lanjut dia, perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, TNI, serta seluruh elemen masyarakat.
Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas menggunakan api, terutama di sekitar kawasan perkebunan dan hutan.
Jika menemukan titik api atau kebakaran, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar penanganan dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas.
Polda Maluku Utara menilai sinergitas lintas sektor menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Maluku Utara.
āKolaborasi pemerintah, aparat keamanan, dan akademisi, serta masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus untuk membangun budaya peduli lingkungan,ā ucapnya.
Irvan menambahkan, koordinasi dan edukasi kepada masyarakat juga akan terus diperkuat sebagai bagian dari langkah preventif untuk menjaga keamanan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan.
āKami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan menunggu api membesar, cegah sejak dini demi menjaga hutan, lahan, lingkungan, dan keselamatan bersama,ā pungkasnya. (sah/red)Ā


















