Proyek Revitalisasi SMA Negeri 5 Halsel Rp876 Juta Disorot, Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Saha Buamona Klikfakta.id
Revitalisasi SMAN 5 Halsel ( foto : istimewa)

Klifakta.id, HALSEL — Proyek revitalisasi dan pembangunan sarana pendidikan di SMA Negeri 5 Halmahera Selatan, Maluku Utara, kembali menuai sorotan.

Pasalnya Kepala SMA Negeri 5 Halsel, Bunyan Syarif, diduga melakukan pembiaran terhadap pekerjaan proyek yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan teknis.

SMA Negeri 5 Halmahera Selatan yang berada di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, saat ini mendapat bantuan dari pemerintah melalui Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Atas.

Baca Juga :

Dinilai Kinerja Buruk, Dikbud Malut Didesak Copot Kepsek SMAN 5 Halsel

Adapun pekerjaan yang meliputi pembangunan satu ruang kelas baru (RKB) dengan anggaran Rp326.860.000, rehabilitasi empat ruang kelas senilai Rp526.965.000, dan adanya penataan lingkungan berupa saluran di sekolah sebesar Rp21.050.000.

Total nilai kegiatan mencapai Rp876.075.000 dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari, dimulai pada Agustus 2026.

Namun, pelaksanaan proyek tersebut kini dipersoalkan masyarakat setempat. Mereka menduga terdapat sejumlah pekerjaan yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :

Selain Desak Copot Kepsek, APH Juga Diminta Usut Dana Pendidikan SMA 5 Halsel

Salah satu perwakilan warga setempat yang tidak mau menyebutkan namanya menyoroti pekerjaan pemasangan keramik diruang kelas yang direhabilitasi.

Menurut keterangannya kepada Klikfakta.id, Kamis (1/10/2026), keramik lama seharusnya dibongkar terlebih dahulu sebelum pemasangan keramik baru dilakukan.

“Misalnya pemasangan keramik, pengawas mengarahkan agar keramik lama dihancurkan. Tapi tidak dihancurkan, langsung memasang. Itu artinya semen keramik baru tidak melekat, sehingga dikhawatirkan tidak tahan lama,” ujar warga setempat. 

Baca juga :

Kepsek SMAN 5 Halsel Bantah Tudingan Kinerja Buruk, Tegaskan Sekolah Berjalan Sesuai Ketentuan

Selain pekerjaan keramik, ia juga dengan tegas mempertanyakan pekerjaan lisplang bangunan.

Menurutnya lisplang yang seharusnya diganti dengan material baru justru diduga hanya dicat ulang. 

Bahkan, Ia menduga lisplang dari bangunan perpustakaan yang masih baru dipindahkan untuk kepentingan dokumentasi pekerjaan.

“Mereka tidak ganti baru, hanya dicat saja. Lalu mengambil lisplang dari perpustakaan yang masih baru untuk membuat dokumentasi agar diketahui sudah diganti baru,” katanya.

Sorotan lainnya menyangkut jendela ruang kelas. Ia mengaku mendapat informasi bahwa jendela lama yang sebelumnya diarahkan untuk diganti baru justru akan kembali digunakan dengan cara dicat ulang.

“Kami dapat informasi katanya kepala sekolah hanya memerintahkan cat ulang agar memakai jendela lama,” pungkasnya.

Masyarakat meminta pihak terkait, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta instansi pengawas, turun langsung memeriksa pekerjaan tersebut. 

Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran negara sebesar Rp876 juta benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis dan volume pekerjaan yang ditetapkan.

Sorotan terhadap Kepala SMA Negeri 5 Halmahera Selatan, Bunyan Syarif, juga bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, Bunyan Syarif pernah dituding tidak transparan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Dana BOSDA dengan nilai yang disebut mencapai kurang lebih Rp2 miliar.

Terpisah Kepasek SMA Negeri 5 Halsel Bunyan Syarif yang dikonfirmasi melalui via pesan whatsapp, meski pesannya terkirim contreng dua tapi tidak menenggapi. 

Bahkan melalui via telpon whatsapp meski berdering namun enggan dijawab hingga berita ini dipublish. (sah/red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *