Klikfakta.id, HALSEL– Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Halmahera Selatan, Bunyan Sarif membantah adanya tudingan yang menyebut kinerjanya buruk.Â
Penegasan tersebut menjawab adanya sorotan dari Pemuda Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Rizky Ramli.
Bunyan menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah pimpinan dengan penuh tanggung jawab demi kelancaran pendidikan.
Baca Juga :
Dinilai Kinerja Buruk, Dikbud Malut Didesak Copot Kepsek SMAN 5 Halsel
“Sebagai pimpinan saya dengan ikhlas menjalankan amanah yg diberikan oleh Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, saya tidak pernah meninggalkan tugas kecuali kegiatan dinas atau berhalangan,” ujar Bunyan melalui rilis yang diterima Klikfakta.id, Senin (14/09/26).
Bunyan menjelaskan, dirinya tidak pernah membiarkan sekolah tanpa kepemimpinan saat bertugas di luar.
Ia mengaku, setiap kali berhalangan hadir atau ada tugas kedinasan, selalu melimpahkan wewenang harian kepada bawahannya.
“Ketika kegiatan keluar saya selalu mendelegasikan pelaksana harian kepada wakasek, ” sebutnya.Â
Untuk memastikan mutu pendidikan, kata Bunyan, fungsi manajerial dan supervisi dijalankan sesuai arahan Dikbud Provinsi Malut.Â
Sehingga pengawasan KBM serta evaluasi kinerja wakasek dan guru dilakukan secara berkala dan konsisten.
“Fungsi kepala sekolah, manajerial dan supervisi juga saya jalankan sesuai dengan petunjuk dan instruksi dikbud provinsi malut, seperti supervisi kegiatan KBM, evaluasi tugas wakasek dan guru juga rutin setiap 2 pekan dan setiap bulan,” tandasnya.Â
Lebih lanjut, Bunyan menuturkan dalam hal fasilitas pendukung KBM, sekolah telah memanfaatkan media modern seperti LCD proyektor dan Smart TV.
Karena pihaknya menyadari masih ada kekurangan fasilitas, namun terus berupaya melengkapinya.
“Di SMA Negeri 5 Halsel kegiatan KBM sudah menggunakan media pembelajaran seperti lcd proyektor dan media Smart TV, Namun kami juga memaklumi masih ada kekurangan karena belum 100% terpenuhi,” terangnya.Â
Baca Juga :
Selain Desak Copot Kepsek, APH Juga Diminta Usut Dana Pendidikan SMA 5 Halsel
Bunyan menyebut SMAN 5 juga terus meningkatkan kenyamanan ruang belajar dan fasilitas penunjang lainnya seperti pengadaan pendingin ruangan (kipas angin) untuk ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga ruang guru terus direalisasikan melalui anggaran operasional.
“Dan untuk ruang kelas siswa sudah 80 persen ketersediaan kipas angin bagi siswa. Begitu juga ruang guru, ruang lab dan ruang perpustakaan yg dianggarkan melalui anggaran operasional sekolah,” paparnya.
Terkait isu guru honorer, Bunyan memastikan hak dua guru honorer di SMAN 5 Halsel selalu dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa ada potongan apa pun.
“Untuk guru honorer, hak mereka dibayarkan sesuai ketentuan. Ada dua guru honorer yang bertugas di sekolah dan tidak pernah ada pemotongan terhadap upah mereka,” kata Bunyan.
Sementara Wakil Kepala Sekolah SMA N 5 Halsel, Muhammad Jainal, mewakili Dewan Guru meluruskan tudingan mengenai metode mengajar.Â
Ia menegaskan bahwa pemberian tugas mencatat dilakukan saat guru berhalangan hadir dan materi tersebut tetap dibahas pada pertemuan berikutnya.
“Benar bahwa dalam kondisi tertentu siswa pernah diarahkan untuk membaca, mencatat, atau mengerjakan tugas, terutama ketika guru berhalangan hadir. Namun, hal tersebut merupakan bagian dari proses belajar dan materi yang diberikan tetap menjadi tanggung jawab guru untuk dijelaskan dan dibahas pada pertemuan selanjutnya,” jelas Muhammad Jainal.
Jainal mengatakan proses belajar mencakup berbagai aktivitas seperti membaca, mencatat, berdiskusi, dan latihan. Kegiatan mencatat bertujuan membentuk kemandirian, ketelitian, serta kerapian menulis siswa.
“Belajar tidak hanya berarti mendengarkan penjelasan guru. Membaca, mencatat, mengerjakan tugas, berdiskusi, dan berlatih merupakan bagian dari proses belajar. Kegiatan mencatat juga menjadi sarana melatih siswa agar lebih teliti, mandiri, dan mampu menulis dengan rapi,” tegasnya.Â
Ia menyebut, pihaknya menghormati masukan dari orang tua murid dan berharap pemberitaan pers disajikan secara berimbang berdasar fakta utuh agar tidak merugikan nama baik sekolah serta para pendidik.
“Kami menerima kritik sebagai bahan perbaikan, tetapi kami berharap setiap informasi yang disampaikan kepada publik berdasarkan fakta yang utuh dan berimbang, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat merugikan nama baik sekolah maupun para pendidik,” tukasnya. (red)Â


















