Klikfakta.id- Suahasil Nazara kini memegang salah satu posisi paling strategis dalam pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).
Penunjukan tersebut bukan langkah yang tiba-tiba. Suahasil merupakan teknokrat yang telah lama berkecimpung dalam kebijakan fiskal dan lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum menjadi menteri, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan sebelumnya pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF).
Lahir di Jakarta pada 23 November 1970, Suahasil menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat hingga meraih gelar doktor dari University of Illinois Urbana-Champaign. Sebelum masuk pemerintahan, ia dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang ekonomi.
Kariernya di dunia akademik dimulai sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999. Dari lingkungan kampus, Suahasil kemudian masuk ke lingkar perumusan kebijakan pemerintah dan terlibat dalam isu desentralisasi fiskal.
Pada 2009 hingga 2011, ia menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pijakan penting sebelum dirinya dipercaya menduduki posisi strategis di Kementerian Keuangan.
Karier Suahasil semakin menanjak ketika dipercaya memimpin Badan Kebijakan Fiskal. Posisi tersebut menempatkannya di pusat perumusan berbagai kebijakan fiskal nasional.
Pada 25 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo mengangkat Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia kemudian kembali dipercaya menduduki posisi yang sama pada pemerintahan Prabowo.
Kini, pengalaman panjang tersebut membawanya ke kursi Menteri Keuangan.
Sebagai bendahara negara, Suahasil langsung menghadapi tantangan besar. Ia mendapat mandat untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN sekaligus memastikan anggaran negara tetap mendukung program prioritas pemerintahan Prabowo.
Usai dilantik, Suahasil menegaskan komitmennya menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), sebagaimana ditetapkan dalam aturan fiskal Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya anggaran negara yang kredibel dan komunikasi pemerintah yang dapat dipercaya.
Pengangkatan Suahasil sekaligus menandai kembalinya figur teknokrat dengan pengalaman panjang di bidang fiskal ke pucuk Kementerian Keuangan.
Dengan latar belakang akademisi, pengalaman memimpin BKF, serta lebih dari enam tahun sebagai Wakil Menteri Keuangan, Suahasil kini menghadapi tugas besar: menjaga disiplin fiskal tanpa menghambat agenda pembangunan dan program prioritas Presiden Prabowo.
Ia menjadi Menteri Keuangan ketiga di era pemerintahan Prabowo setelah sebelumnya posisi tersebut dipegang Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.


















