Jadi Narasumber, Kapolres Ternate Edukasi Jojaru dan Ngongare soal Bahaya Radikalisme di Era Digital

Saha Buamona Klikfakta.id
Kegiatan Karantina Jojaru dan Ngongare yang merupakan rangkaian Festival Legu Tara No Ate Kesultanan Ternate, Dok : Humas

Klikfakta.id, TERNATE – Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, menghadiri sekaligus menjadi narasumber kegiatan Karantina Jojaru dan Ngongare yang merupakan rangkaian Festival Legu Tara No Ate Kesultanan Ternate, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bala Kesultanan Ternate tersebut dengan tema “Kepemimpinan dan Peran Generasi Muda dalam Penyebaran Radikalisme di Era Digitalisasi”, diikuti para peserta Jojaru dan Ngongare serta panitia penyelenggara.

Kehadiran Kapolres Ternate menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat wawasan kebangsaan.

“Ini juga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikalisme di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital,” ujar Kapolres, Senin (12/10/2026). 

Dalam pemasarannya Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto menyampaikan materi tentang upaya menangkal radikalisme di era digital. 

Ia mengajak generasi muda agar lebih bijak menggunakan media sosial, cermat memilah informasi, serta tidak mudah terpengaruh konten yang mengandung provokasi, intoleransi, maupun ajakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Kapolres menekankan bahwa generasi muda memiliki peran yang strategis sebagai agen perubahan yang mampu membawa pengaruh positif di tengah masyarakat. 

Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, persaudaraan, dan persatuan, bukan menjadi sarana penyebaran kebencian maupun paham yang memecah belah masyarakat.

“Selain itu, para peserta diingatkan untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain,” tukasnya. 

Sikap kritis dan kemampuan mengenali informasi yang menyesatkan dinilai penting untuk mencegah penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, serta narasi yang berpotensi mengganggu kerukunan sosial.

“Melalui kegiatan kami berharap para peserta semakin memahami tantangan kepemimpinan generasi muda di era digital sekaligus mampu mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Generasi Jojaru dan Ngongare juga diharapkan menjadi pelopor dalam membangun lingkungan yang damai, inklusif, dan toleran, serta tidak mudah terpengaruh konten digital yang dapat mengarah pada intoleransi dan radikalisme,” harapannya. 

Polres Ternate terus mendorong penguatan edukasi dan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda dan lembaga adat, guna menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di Kota Ternate.

Dengan mengedepankan adanya semangat kebersamaan dan nilai-nilai kearifan lokal Kesultanan Ternate, generasi muda Jojaru dan Ngongare diharapkan mampu menjadi teladan dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab sekaligus berkontribusi menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika perkembangan dunia digital. (sah/red) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *