Klikfakta.id,HALUT– Koordinator empat Suku Lingkar Tambang, Naser Langgar beserta para Kepala Suku (Sangaji) menegaskan bahwa empat suku adat di wilayah lingkar tambang Halmahera Utara tidak pernah berafiliasi dengan kelompok Afrida Ngato yang mengatasnamakan empat suku dalam aksi yang sedang dilakukan saat ini.
Menurut Naser, sikap resmi tersebut didukung penuh oleh para pemimpin adat, yakni Sangaji Boeng Niklas Kojotba, Sangaji Towiliko Naser Langgar, Sangaji Modole Habel Tukang, dan Plt. Sangaji Pagu Yunus Ngetje.
Mereka mengimbau seluruh masyarakat adat agar tidak mudah
terprovokasi oleh informasi yang menyebutkan bahwa empat suku bersama kelompok Afrida
Ngato melakukan aksi terhadap PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).
Yunus Ngetje selaku Plt. Sangaji Pagu menegaskan bahwa Ibu Afrida Ngato bukan bagian dari struktur kepemimpinan adat Suku Pagu maupun representasi resmi Empat Sangaji. Karena itu, segala pernyataan atau tindakan yang mengatasnamakan Empat Sangaji tidak dapat serta-merta dianggap mewakili sikap dan keputusan lembaga adat.
Sementara itu, Sangaji Modole Habel Tukang menjelaskan tindakan ritual di atas badan jalan sambil menutup akses umum juga bertentangan dengan nilai dan tradisi adat yang selama ini
dijunjung masyarakat empat suku. Menurutnya, ritual adat tidak pernah dilakukan dengan cara yang mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan keselamatan masyarakat.
Naser Langgar menambahkan bahwa aksi penutupan jalan dapat berdampak serius bagi pengguna jalan, terutama bagi warga yang membutuhkan akses darurat, seperti orang sakit, ibu
hamil, maupun proses pengantaran jenazah.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, tindakan tersebut juga berpotensi melanggar aturan yang berlaku.
“Kami sebagai Sangaji dari empat suku mengajak seluruh masyarakat lingkar tambang untuk tetap menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban di wilayah masing-masing. Mari kita
sama-sama mendukung investasi ini agar cepat pulih dan dapat memberi dampak signifikan bagi masyarakat lingkar tambang,” tambah Sangaji Boeng Niklas Kojotba.
“Sebagai perwakilan empat suku lingkar tambang, kami berharap NHM dapat segera pulih dan
kembali beroperasi normal sehingga harapan masyarakat lingkar tambang dapat terwujud.
Selama ini NHM telah hadir dan memberikan kontribusi bagi masyarakat di lima kecamatan wilayah lingkar tambang. Mari kita bersama-sama menjaga situasi yang kondusif demi kepentingan bersama,” tutup Naser Langgar.




















