Jelang Musda Golkar Ternate, Nama Amin Subuh Disorot Buntut Polemik Reses Moti

Wakil Ketua DPRD Kota Ternate, Amin Subuh, Saat di temui wartawan ruang kerja kantor DPD Partai Golkar Kota Ternate. Kamis, (08/10/26). Dok. Agis

Klikfakta.id,TERNATE– DPD Partai Golkar Kota Ternate, Maluku Utara, dijadwalkan gelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII untuk pilih Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Senin (12/10/2026). 

Dalam agenda tersebut, terdapat empat bakal calon yang telah ambil nomor urut, yakni Makmur Gamgulu, Amin Subuh, Bahtiar Mole, dan Ardian Idhan!

Dari empat nama tersebut, Amin Subuh jadi salah satu figur yang jadi sorotan setelah sebelumnya terseret polemik pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Ternate di daerah pemilihan (dapil) Ternate Selatan–Moti.

Baca Juga :

Demo DPRM di DPRD Ternate Ricuh, Waka DPRD Amin Subuh Nyaris Baku Hantam dengan Massa Moti 

Amin Subuh diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Ternate. 

Namanya mencuat setelah muncul dugaan bahwa kegiatan reses yang seharusnya dilaksanakan di Kecamatan Moti justru digelar di kediamannya di Kelurahan Toboko, Kecamatan Ternate Selatan. 

Pelaksanaan reses tersebut tuai protes dari masyarakat Pulau Moti! Pasalnya, kegiatan reses merupakan agenda anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna serap aspirasi masyarakat. 

Sebelumnya, enam anggota DPRD Kota Ternate dari dapil Ternate Selatan–Moti jadi sasaran demonstrasi yang digelar Dewan Perjuangan Rakyat Moti (DPRM). 

Mereka adalah Ridwan Ar., Nailah Ibrahim, Nurjaya Ibrahim, Irawati Nurman, Najib Talib, dan Amin Subuh. 

Baca juga :

Waka I DPRD Ternate Amin Subuh Ricuh dengan Massa DPRM, Akademisi Soroti Patologi Representasi

Dalam aksi tersebut, massa persoalkan para legislator yang dinilai tidak turun langsung ke Pulau Moti untuk serap aspirasi warga, tetapi justru laksanakan kegiatan reses di wilayah Ternate. 

Massa aksi juga soroti keterlibatan Lurah Tafaga, Ade Samsudin, dan Lurah Kota, Mahmud Adam, dalam kegiatan tersebut. 

DPRM nilai pelaksanaan reses itu belum mencerminkan keterlibatan masyarakat Moti secara luas. 

Polemik tersebut bahkan disebut sempat picu ketegangan antara Amin Subuh dan massa DPRM ketika kelompok itu gelar demonstrasi di Kantor DPRD Kota Ternate. 

Sorotan terhadap Amin Subuh kini kembali mencuat menjelang pelaksanaan Musda VII Partai Golkar Kota Ternate. 

Kontestasi tersebut jadi momentum bagi partai berlambang pohon beringin itu untuk tentukan figur yang akan pimpin kepengurusan DPD II Golkar Kota Ternate ke depan. 

Di tengah dinamika pencalonan, polemik reses di Pulau Moti jadi salah satu persoalan yang bayangi perjalanan politik Amin Subuh menjelang pemilihan ketua partai di tingkat kota. 

Meski demikian, persoalan tersebut perlu dilihat secara proporsional dengan kedepankan fakta, klarifikasi pihak terkait, serta hak jawab bagi para anggota DPRD yang namanya disebut dalam polemik tersebut. (tim/red) 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *