Klikfakta.id, HALTENG — Aksi kejam diduga dilakukan oknum Brimob bersama security PT IWIP. Seorang warga bernama Stenly R. Mamala ditembak di dalam mobil saat bersama istri dan balitanya yang baru berumur 4 tahun.
Keluarga korban mendesak Kapolda Maluku Utara mengusut tuntas pelaku penembakan yang terjadi di Weda, Kabupaten Halmahera Tengah tersebut. Selasa (06/10/2026).
Tak hanya ditembak, handphone milik korban juga diduga dirampas.
Keluarga mengaku sudah melapor ke Propam Polda Malut sejak Senin (05/10/2026), namun hingga kini belum ada kejelasan.

“Propam sebelumnya minta mediasi, kami sudah setuju. Tapi sampai sekarang belum ada informasi selanjutnya. Kami lihat proses ini diulur-ulur dan terkesan memperlambat penyelidikan,” ujar pihak keluarga.
Kronologi Kejam Versi KeluargaÂ
Keluarga menceritakan, saat kejadian Stenly bersama istri dan anak bayinya sedang dalam perjalanan menuju Tobelo untuk urusan keluarga. Stenly mengaku tidak tahu dirinya sedang dicari.
Sebelum penembakan, mobil korban sempat dihentikan dan diperiksa di Pos Payahe. Setelah itu korban melanjutkan perjalanan.
“10 sampai 20 menit setelah dari Pos Payahe, baru terjadi pengejaran,” kata keluarga.
Di kawasan hutan Weda, korban diduga dikejar menggunakan kendaraan LV milik perusahaan. Karena takut ada istri dan balita di dalam mobil, korban mempercepat laju kendaraan.
Mobil korban disebut ditabrak dari belakang sebanyak tiga kali. Setelah itu terdengar satu kali tembakan ke arah mobil.
Mobil korban oleng hingga menabrak tanah dan berhenti. Pengejar turun dan mengarahkan senjata ke korban dan istrinya.
Korban berusaha memutar balik mobil menuju Polres Halteng untuk minta perlindungan. Saat itulah tembakan kedua dilepaskan dan mengenai tangan korban.
Peluru menembus kaca depan, tepat di posisi duduk istri korban. Kaca retak dan pecah saat tersentuh istri korban.
“Kalau Stenly tidak sempat mundurkan mobil, tembakan itu kena kepala,” ungkap istri korban.
Setelah tertembak dan mengalami pendarahan hebat, korban bersama istri bersembunyi di kebun warga. Ia sempat menghubungi kerabat sebelum akhirnya dievakuasi warga ke Polres Halteng.
Mobil Dibongkar, HP DirampasÂ
Keluarga juga mempertanyakan kondisi mobil korban yang ditemukan rusak dan bagian dalamnya seperti dibongkar. Diduga ada upaya mencari sisa peluru atau barang bukti.
Keluarga juga menyoroti kejanggalan tanggal surat perintah yang tidak sesuai dengan waktu kejadian penembakan.
Selain itu, HP milik istri korban diduga diambil paksa saat kejadian dan diberikan kepada anggota Resmob berinisial Rauf.
Kondisi Korban Memprihatinkan
Keluarga menyebut kondisi kesehatan Stenly memprihatinkan. Awalnya tidak mendapat penanganan medis memadai. Setelah didesak, baru dibawa ke RS di Weda untuk rontgen.
Hasilnya ditemukan keretakan di pergelangan tangan dan infeksi pada luka tembak.
“Dokter sudah suruh kontrol, tapi sampai sekarang tidak dibawa kontrol lagi. Luka kena tulang dan sudah infeksi, daging di sekitar tangan semakin menyusut,” ujar keluarga.
Sebut Nama Oknum PenembakÂ
Keluarga menyebut nama oknum yang diduga melakukan penembakan adalah Denis Rongga.
Mereka juga mengaku sempat didatangi anggota setelah membuat unggahan di media sosial terkait kasus ini dan diminta menghapus unggahan tersebut. Keluarga menolak.
Dalam pertemuan itu, ada anggota yang mengakui penembakan tersebut adalah kesalahan.
Keluarga juga telah mengajukan penangguhan penahanan untuk Stenly, namun belum dikabulkan.
“Kami hanya ingin persoalan ini diproses sesuai aturan. Jangan sampai korban yang sudah mengalami luka akibat tembakan justru semakin menderita,” tegas keluarga.Â
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Halteng maupun Propam Polda Malut terkait peristiwa tersebut. (tim/red)




















