Densus 88 Sosialisasi Bahaya Ekstremisme Kekerasan ke Pelajar Ternate

Saha Buamona Klikfakta.id
Sosialisasi bahaya ekstremisme, kekerasan terhadap anak di SMP Negeri 2 Kota Ternate, Selasa (20/10/2026) Dok : Humas

Klikfakta.id, TERNATE —  Densus 88 Antiteror Polri Satgaswil Maluku Utara melaksanakan sosialisasi bahaya ekstremisme, kekerasan terhadap anak di SMP Negeri 2 Kota Ternate, Selasa (20/10/2026). 

Kegiatan tersebut dalam rangka untuk upaya memperkuat pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme di kalangan pelajar melalui edukasi sejak dini di Aula Sekolah setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut melibatkan 50 perwakilan siswa-siswi termasuk ketua-ketua dan pengurus OSIS yang dibekali pemahaman bahaya paham intoleransi, radikalisme, serta ekstremisme, dan terorisme. 

Bahkan para siswa-siswi dibekali Nihilistic Violent Extremism (NVE), serta pentingnya pengawasan penggunaan media sosial yang sesuai dengan “Polri Bersama Masyarakat”.

Melalui kegiatan yang digelar sebagai upaya Polri membangun kemampuan kritis pelajar untuk mampu mengenali pengaruh negatif di lingkungan pergaulan maupun ruang digital. 

Edukasi tersebut menjadi langkah pencegahan agar anak tidak mudah terpengaruh konten yang mengandung ajakan kekerasan, propaganda, maupun narasi yang dapat merusak persatuan. 

Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Hadi Poerwanto, mengatakan, pendampingan dan edukasi kepada anak merupakan bagian penting dalam melakukan pencegahan dengan berkembangnya paham kekerasan. 

“Usia remaja perlu mendapat perhatian karena pengaruh lingkungan sosial, keluarga, maupun konsumsi konten digital yang membentuk cara pandang serta perilaku anak,” ujar Hadi. 

Menurut Hadi pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan, tapi juga harus disertai pendekatan edukatif yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. 

Karena itu, Polri terus mendorong peningkatan pemahaman generasi muda agar juga mampu membedakan informasi yang benar, menyikapi perbedaan secara bijak, serta menolak segala bentuk ajakan kekerasan. 

Ia berharap para siswa-siswi bijak dalam media sosial! Para pelajar diharapkan tidak mudah menerima atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang tua apabila menemukan konten ajakan yang mengarah pada kekerasan. 

Melalui sosialisasi ini, Polri juga menegaskan akan melindungi generasi muda dari pengaruh paham yang mengancam keselamatan dan masa depan mereka. 

“Upaya ini kami harapkan menumbuhkan para pelajar cerdas, kritis, berkarakter, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta aktif menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (sah/red) 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *